Mudabicara.com_ Laporan kudu Moeldoko terhadap Andi Mallarangeng selaku Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat ditolak Polda Metro Jaya karena tidak memenuhi standar operasional prosedur.

Razman Arif Nasution selaku Kepala Bidang Advokasi dan Hukum Partai Demokrat kubu Moeldoko berada di ruang SPKT Polda Metro Jaya selama 30 menit.

BACA JUGA : SALING GUGAT, KINI KUBU AHY GUGAT 10 ORANG TERKAIT KLB DELI SERDANG 

“Ini bukan ditolak, tapi ada syarat yang mau dipenuhi,” kata Razman di Polda Metro Jaya, Sabtu 13 Maret 2021.

Rahman membawa alat bukti berupa salinan pemberitaan media massa berjudul: Sebelum ke Demokrat, Moeldoko Pernah Minta Dukungan ke Jusuf Kalla untuk Jadi Ketum Golkar.

Barang bukti tersebut dinilai belum cukup karena seharusnya disertai link berita. Selain itu, seharusnya Moeldoko datang ke Polda Metro Jaya.

“SOP-nya harus pelapor itu sendiri. Iya (Moeldoko), Moeldoko sebenarnya bukan nggak mau hadir biasalah dia urus keluarga dia lagi istirahat dan beliau bisa jadi melimpahkan, boleh kan?” kata Razman.

Razman mengatakan akan segera melengkapi berkas seperti yang diminta penyidik, tetapi dia tidak menyebutkan kapan akan kembali ke Polda Metro Jaya untuk membuat laporan.

“Nah, ini segera kami akan lengkapi dan kita akan atur strategi sebaik mungkin untuk melakukannya.”

Di lain sisi, Andi mempertanyakan bagian mana ucapannya yang mencemarkan nama nama baik. Tapi kalau memang akan dilaporkan ke polisi, Andi mengatakan siap untuk menghadapi proses hukum.

“Hehehehe… Karena sudah tidak bisa lagi berkilah, tak bisa lagi ngeles, karena yang abal-abal sudah kelihatan sebagai yang abal-abal. Mungkin karena sudah kehabisan akal, tidak mampu lagi berdebat, argumen sudah habis dan rakyat pun sudah tahu akal-akalan mereka. Lalu kalap, mengancam mengadukan ke polisi,” kata Andi.

Andi menduga, ancaman tersebut untuk membuat nyalinya menciut.

“Kita akan lawan, every step of the way. Insyaallah kebenaran akan menang.” Tambahnya.

BACA JUGA : CERITA GENERASI MILENIAL YANG BERHENTI MENGUNAKAN MEDIA SOSIAL 

“Mungkin mereka pikir, dengan diancam kami akan bungkam, takut lalu nerimo KLB abal-abal dengan ketumnya yang abal-abal pula. Tidak, ancaman seperti ini tidak akan menyurutkan saya, kader Demokrat sejati, untuk melawan kezaliman, melawan begal politik yang mau mengambil alih secara paksa kepemimpinan partai kami.” Pungkasnya.