Presiden Iran Tuduh AS dan Israel Dalangi Kerusuhan di Tengah Gelombang Protes

Indepth60 Dilihat

Mudabicara.com_Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel berupaya menciptakan instabilitas di Iran setelah gagal memaksa negaranya tunduk dalam konflik bersenjata yang terjadi pada Juni tahun lalu. Kedua negara tersebut, yang disebutnya sebagai pihak yang memusuhi Iran, dinilai mengalihkan strategi dengan mendorong kekacauan internal.

“Musuh-musuh Iran berupaya menebar kekacauan dan ketidakstabilan,” kata Pezeskhian dalam pernyataannya kepada televisi pemerintah Iran, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (12/1/2026).

Baca Juga: Pernyataan Kontroversial Trump Soal Kekuasaan Global dan Penolakan Hukum Internasional

Pernyataan ini disampaikan untuk pertama kalinya sejak gelombang demonstrasi yang muncul sejak bulan lalu akibat tekanan ekonomi, kemudian berkembang menjadi aksi protes yang disertai kekerasan dalam beberapa hari terakhir.

Pezeshkian juga mengutuk serangan terhadap fasilitas publik di berbagai wilayah, termasuk masjid-masjid di Teheran dan kota lain. Ia menilai rangkaian aksi kekerasan yang terjadi selama unjuk rasa tidak lepas dari campur tangan AS dan Israel.

Dalam penjelasannya, Pezeshkian menuding kedua negara tersebut terlibat dalam pelatihan kelompok-kelompok tertentu, baik di dalam maupun luar negeri, serta mendatangkan individu-individu dari luar Iran untuk melakukan aksi pembakaran terhadap masjid, pasar, dan ruang publik lainnya.

“Orang-orang ini terlatih,” ujarnya dalam wawancara pada Minggu (11/1) waktu setempat, seperti dikutip Press TV.

Baca Juga: Transformasi Haji Dinilai Gagal, Kornas Kohati Soroti Tata Kelola dan Sistem Digital

“Musuh telah menyusupkan para teroris terlatih ke negara ini. Para perusuh dan pelaku sabotase bukanlah orang-orang yang berunjuk rasa. Kami mendengarkan para demonstran dan telah melakukan upaya maksimal untuk menyelesaikan masalah mereka,” ucap Pezeshkian.

“Mereka telah membunuh beberapa orang dengan senjata, membakar yang lain, memenggal beberapa orang. Sungguh, kejahatan ini di luar sifat orang-orang kita. Mereka bulan rakyat kita. Mereka bukan rakyat negara ini. Jika seseorang berunjuk rasa untuk negara ini, kita mendengarkan dan menanggapi kekhawatiran mereka,” ujarnya.

Ia kembali menegaskan keyakinannya bahwa kerusuhan yang terjadi merupakan bagian dari upaya AS dan Israel untuk menekan Iran. Menurutnya, kegagalan kedua negara tersebut dalam mematahkan perlawanan Iran selama perang 12 hari tahun lalu kini digantikan dengan strategi memicu kekacauan domestik.

Baca Juga: Gugatan Kepengurusan PPP Ditolak, Kepemimpinan Mardiono – Taj Yasin Sah

“AS dan Israel mengatakan… ‘Kami mendukung kalian’. Orang-orang yang sama yang membunuh anak-anak dan bayi di negara kita menyuruh para perusuh ini untuk pergi dan menghancurkan, serta membakar,” kata Pezeshkian.

Kepada generasi muda Iran, Pezeshkian mengimbau agar tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai perusuh dan teroris. Ia juga meminta para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka tidak terlibat dalam aksi-aksi tersebut.

“Jika rakyat memiliki kekhawatiran, adalah tugas kita untuk mengatasi kekhawatiran mereka, tetapi tugas yang lebih tinggi adalah kita tidak boleh membiarkan sekelompok perusuh datang dan mengganggu seluruh masyarakat,” tegasnya.

Tulisan Terkait: