Mudabicara.com_Forum Pemuda Organisasi Kerjasama Islam (OKI) Indonesia atau Organization of Islamic Cooperation (OIC) Youth telah menetapkan pemberhentian Syafii Efendi selaku Presiden OIC Youth Indonesia periode 2019 – 2024.

BACA JUGA : MENGENAL TEORI HUKUM TIGA TAHAP AUGUSTE COMTE 

Keputusan tersebut berdasarkan hasil Rapat Pleno di Kantor Candidate Center Jakarta pada hari Sabtu, 26 Desember 2020.

Dengan ditetapkannya pemberhentian tersebut, maka dengan ini yang bersangkutan sudah tidak menjabat sebagai Presiden OKI Indonesia efektif per Sabtu 26 Desember 2020.

Hal tersebut dilakukan karena penyalahgunaan kewenangan atau pelanggaran AD/ART organisasi dengan beberapa alat bukti yang ditemukan oleh pengurus harian OKI.

Untuk sementara jabatan Presiden dijabat oleh Astrid Nadya Rizqita sebagai Plt. Presiden OKI Indonesia.

Hal tersebut berdasarkan ketetapan rapat pleno nomor 04/PLENO-I/TAP/XII/1442 tentang Perubahan Pengurus Nasional OKI Indonesia sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga OIC Youth Indonesia Pasal 9 ayat 7 sejak tanggal 26 Desember 2020.

BACA JUGA : 3 DESTINASI WISATA RELIGI PONOROGO YANG WAJIB DIKUNJUNGI

“Rapat Pleno OIC Alhamdulillah berjalan dengan lancar, secara konstitusional dan melalui forum Rapat Pleno Presiden OIC Youth Indonesia Saudara Syafii Efendi resmi diberhentikan sebagai pengurus, dan secara konstitusional mengangkat Plt. Presiden Saudari Astrid Nadya Rizqita, semoga ini menjadi momentum yang baik bagi perkembangan OIC Youth Indonesia ke depan sebagai bagian dari Organisasi Pemuda Islam dunia,” ujar Suaeb Arifin sebagai koordinator Steering Committee Pleno, Sabtu (26/12).

Rapat Pleno tersebut dihadiri oleh 37 peserta baik secara luring dan daring dari 13 OKP, terdiri dari jajaran wakil presiden, bendahara umum, wakil sekretaris jenderal dan jajaran pengurus harian dengan presentase 50%+1 yang menunjukkan rapat bersifat quorum.

BACA JUGA : WAJIB TAHU! 7 REKOMENDASI USAHA UNTUK ENTERPRENER MUDA 

Steering Committee beranggotakan Suaeb Arifin, Aziz Fauzul Azim, dan Ellena Pangestu Kavarera yang menggantikan Natsir Al-Walid karena alasan kesehatan berdasarkan kesepakatan rapat pleno.