18 Saham RI Keluar dari MSCI, IHSG Turun ke Level 6.744

Ekonomi16 Dilihat

Mudabicara.com_Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung bergerak di zona merah sejak perdagangan dibuka pada Rabu (13/5). Penurunan ini terjadi setelah MSCI mengumumkan penyesuaian komposisi saham Indonesia dalam indeks global mereka.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengatakan pelemahan pasar yang terjadi merupakan bagian dari dampak reformasi di sektor pasar modal. Meski begitu, ia menilai koreksi yang berlangsung masih dalam tahap normal lantaran penurunannya belum terlalu dalam. Hingga saat ini, IHSG tercatat turun 1,67% ke posisi 6.744,37.

Baca Juga: Nusantara Impact Center: Putusan Bebas Babay Farid Tegaskan Batas Risiko Bisnis dan Pidana

“Alhamdulillah per hari ini rasanya tingkat penurunannya tidak signifikan jadi ada di angka sekitar 1% sampai 1,5% tadi di posisi terakhir,” ungkap Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Rabu (13/5/2026).

Transaksi Pasar Modal Masih Wajar

Menurut Hasan, dinamika perdagangan di pasar modal masih berlangsung normal walaupun ada efek dari rebalancing indeks MSCI. OJK bersama self regulatory organization (SRO) disebut akan terus memantau perkembangan IHSG pasca pengumuman tersebut.

“Tadi sampai pukul 10 terkonfirmasi ada penurunan indeks tapi dengan tingkat aktivitas yang kami nilai masih dalam batasan wajar dan sebagai konsekuensi reaksi dari rebalancing,” jelasnya.

Ia juga menegaskan belum terlihat adanya kepanikan investor setelah pengumuman rebalancing MSCI dirilis. Pergerakan saham-saham yang terdampak pun dinilai masih berada dalam kisaran yang stabil.

“Kemudian tadi frekuensi dan volume serta nilai transaksi juga cukup baik. Secara rata-rata tidak ada perbedaan, normal dibandingkan hari-hari sebelumnya. Jadi ini juga menunjukkan tidak adanya upaya panic selling atau reaksi satu arah berupa arus, katakanlah upaya menjual saham-saham tanpa diimbangi kekuatan pembelian,” pungkasnya.

Baca Juga: ASEAN Sepakati Kerja Sama Pasokan Minyak di Tengah Ancaman Krisis Energi

18 Saham Ditendang

Sebanyak 18 saham asal Indonesia tercatat keluar dari indeks MSCI. Sementara itu, tidak ada emiten baru dari Indonesia yang berhasil masuk ke MSCI Global Standard Index. Beberapa saham berkapitalisasi besar yang dicoret dari indeks tersebut di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Selain itu, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mengalami penurunan status dari MSCI Global Standard Index ke MSCI Global Small Cap Index. MSCI juga melakukan penyesuaian komposisi untuk MSCI Global Small Cap Index yang berisi saham-saham Indonesia.

13 Saham yang Ditendang:

  1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  2. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
  3. PT Bank Aladin Syariah Tbk (BANK)
  4. PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE)
  5. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
  6. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO)
  7. PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI)
  8. PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)
  9. PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN)
  10. PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM)
  11. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC)
  12. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS)
  13. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG)
Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *