PB HMI MPO Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dan Nyatakan Solidaritas kepada Republik Islam Iran

Indepth19 Dilihat

Mudabicara.com_Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (PB HMI MPO) melalui Komisi Hubungan Internasional menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam serangan gabungan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. PB HMI MPO juga menyampaikan solidaritas kemanusiaan kepada Pemerintah dan seluruh rakyat Iran atas situasi yang tengah mereka hadapi.

Sebagai bentuk empati dan dukungan moral terhadap rakyat Iran di tengah duka dan tantangan ini, pernyataan belasungkawa dan solidaritas disampaikan secara langsung kepada Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Kantor Kedutaan Besar Republik Islam Iran Jakarta pada Senin, (09/03).

PB HMI MPO menilai bahwa agresi militer terhadap negara yang berdaulat merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan membawa dampak kemanusiaan yang luas bagi rakyat sipil. Situasi ini mencerminkan ketidakadilan dalam tatanan global yang harus dikritisi secara tegas.

Baca Juga: Dari Balik Layar ke Puncak Kekuasaan: Profil Mojtaba Khamenei Pemimpin Baru Iran

“Agresi militer Amerika–Israel terhadap Iran benar-benar telah menciderai hukum internasional, lebih-lebih kedaulatan, yang juga berefek pada kemanusiaan. Bagi kami, melawan penindasan dan ketidakadilan adalah wajib tanpa tendeng aling-aling.” Ucap Haikal Fadhil Anam Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI MPO dalam keterangannya Senin (09/03).

Ia menambahkan, “Kita tidak bisa lagi menutup mata atas tatanan global yang hipokrit, di satu sisi menyerukan perdamaian tetapi di sisi lain melakukan penjajahan. Kami akan selalu bersama yang tertindas, siapapun itu, negara manapun, yang saat ini adalah Republik Islam Iran.”

PB HMI MPO menegaskan komitmennya untuk berpihak pada nilai keadilan dan kemanusiaan, serta menghormati kedaulatan negara sebagai prinsip dasar dalam hubungan internasional yang beradab.

Kami juga mengajak komunitas internasional untuk mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi, menghentikan agresi militer, dan mengedepankan dialog demi terciptanya perdamaian dunia yang berkeadilan.

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *