Mudabicara.com_Dalam sebuah buku autobiografi ‘Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia’ karangan Cindy Adam, dijelaskan bahwa Putera Sang Fajar merupakan pecandu buku kelas berat. Proklamator kemerdekaan Republik Indonesia tersebut ternyata gila baca sejak usia belia.

Sebelum aktif di dunia pergerakan, beliau telah bersahabat erat dengan buku. Beliau senang memasuki dunia pikiran. Atau biasa disebutnya sebagai ‘The world of mind‘. Beliau mempelajari pikiran-pikiran tokoh dunia melalui buku.

BACA JUGA : RESENSI BUKU MELAWAN KORUPSI KARYA KARYA VISHNU JUWONO 

Buku Bagi Bung Karno

Menarik sekali untuk kita perbincangkan terkait kebiasaan membaca Pemimpin Besar Revolusi tersebut. Tentu saja sebagai pengingat bagi kaum muda Indonesia untuk menirunya. Kita bisa belajar bahwa untuk menjadi pribadi yang cerdas dan berwawasan luas itu tidak instan.

Butuh proses yang panjang. Butuh pengorbanan. Salah satu proses yang mesti kita lalui yaitu membiasakan diri membaca buku.

Kepintaran dan kecerdasan Bung Karno juga dipengaruhi oleh kebiasaannya membaca buku. Ia melahap semua jenis bacaan. Seolah tiada hari tanpa membaca. Setiap sudut-sudut tempat Ia tinggal selalu dipenuhi dengan buku. Bahkan ketika di penjara dan pengasingan, Ia tak pernah jauh dari buku.

Lantas bagaimana dengan generasi Indonesia saat ini? Sudahkah akrab dengan buku? Saya rasa masih belum. Walaupun ada, jumlahnya tidak seberapa. Literasi kita masih rendah. Masih banyak anak muda yang asing dengan aktivitas membaca. Kurang akrab dengan yang namanya buku. Jangankan membuka buku. Menyentuh pun juga tidak.

Kenapa bisa terjadi? Mungkin kurang motivasi. Kurang pemahaman mengenai manfaat besar yang akan diperoleh kalau rajin membaca. Atau mungkin sudah paham manfaatnya tapi malas. Memang, jika mencari alasan kenapa tidak membaca buku, pasti akan selalu ada alasan. Apalagi sebagian anak muda kita pintar mencari alasan.

Manfaat Membaca Buku 

Baiklah, akan saya sedikit kemukakan mengenai manfaat membaca. Tentu saja dengan harapan bisa mendorong dan menggerakkan kita untuk Istiqomah membaca buku. Karena saya pun belum dikategorikan sebagai ‘Pecandu Buku Kelas Berat’.

Saya hanyalah anak muda yang masih berproses mencintai buku dan bersahabat dengan buku. Dan dalam proses ini, saya ingin mengajak Anda terlibat juga. Agar kita sama-sama tumbuh dan berkembang melalui buku.

Manfaat membaca buku di antaranya yaitu: a) Bisa meningkatkan kecerdasan akal; b) Bisa mencegah kepikunan; c) Melatih ketajaman analisa dalam berpikir; d) Memperluas wawasan dan menambah pengetahuan; e) Membangun karakter dan kepribadian diri; f) Bisa mengetahui sejarah hidup orang-orang besar di masa lalu, dan masih banyak lagi tentunya.

Jika kita ingin menjadi pribadi hebat maka jangan pernah jauh dari buku. Teruslah membaca. Percayalah bahwa membaca adalah jembatan emas menuju kesuksesan. Kita akan menemukan banyak inspirasi dan motivasi dari buku. Membaca ada kunci untuk membuka gudang informasi.

Buku dan Ide

Membaca adalah kunci untuk membuka gudang ilmu dan pengetahuan. Artinya, buku tidak akan memberi manfaat apapun jika tidak dibaca. Bagaimana kita akan masuk ke dalam dunia ide atau ‘The World of Idea’ jika kita tidak membaca. Mustahil.

Sekarang semua fasilitas sudah tersedia. Ada perpustakaan kota, ada juga perpustakaan digital. Atau jika ada uang, bisa pergi ke toko buku dan belanja di sana. Kalau tak ada uang, bisa download e-book. Gampang kan? Jadi intinya adalah terletak pada kemauan.

Mumpung masih ada kesempatan, mari kita segera atur waktu setiap harinya untuk membaca. Mulailah dari buku-buku yang kita minati. Nikmati bacaan tersebut. Jangan dianggap beban.

Anggap saja buku sebagai nutrisi atau vitaminnya pikiran dan jiwa kita. Anggap saja buku sebagai tangga untuk naik level. Buku merupakan jembatan menuju kesuksesan. Membaca adalah cara untuk menyebranginya.

Saya percaya, kita akan berkembang dengan cara membaca buku. Saya yakin membaca bukan hanya cara untuk membuka dunia. Lebih dari itu, membaca adalah salah satu cara terbaik meraih impian. Membaca adalah cara mengubah diri menjadi lebih bermutu dan berkualitas.

BACA JUGA : 10 MANFAAT BELAJAR FILSAFAT UNTUK ANAK MUDA 

Satu lagi, membaca buku akan terasa ringan dan menyenangkan mana kala kita mencintainya. Jadi, lakukanlah dengan cinta. Bukan karena terpaksa. Biasanya cinta datang karena terbiasa.

 

Penulis: Muhammad Aufal Fresky (Pegiat literasi asal Pamekasan, Madura)