Mudabicara.com_Nama Marzuki Alie akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan publik berkaitan dengan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat secara illegal di Deliserdang, Sumatera Utara pada Jumat, 5 Maret 2021.

KLB Partai Demokrat itu, KSP Jenderal (Purn) Moledoko sebagai ketua Umum dan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina.

Berikut profil Marzuki Alie

Marzuki Alie lahir di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 6 November 1955.

BACA JUGA: CATUR, BOBBY FISCHER DAN FILM INNOCENT MOVESĀ 

Marzuki Alie menempuh pendidikan Sekolag Dasar (SD) hingga perguruan tinggi di Palembang hingga akhirnya menyelesaikan S-3 di di Universiti Utara Malaysia.

Marzuki Alie sempat menjadi PNS sebelum terjun di dunia politik. Awalnya ia berkarir sebagai PNS di Departemen Keuangan.

Kemudian, ia beralih profesi menjadi karyawan BUMN, yang pada akhirnya ia dipercaya mengelola PT Semen Baturaja (Persero), sebagai Direktur Komersial.

Karirnya di BUMN pun terbilang sukse, berbagai posisi pernah ia duduki hingga akhirnya memilih terjun ke politik dengan masuk ke Partai Demokrat.

BACA JUGA: PROFIL MOELDOKO: DULUNYA ANAK BUAH SBY KINI BALIK MELAWAN

Di Partai Demokrat ia bukanlah orang baru. Ia memulai karier poltiknya di Partai Demokrat dengan menjadi Majelis Pertimbangan Partai Demokrat Sumatera Selatan pada tahun 2003 silam. Setahun kemudian, ia diangkat menjadi pengurus DPP Partai Demokrat.

Karir politiknya di Partai Demokrat semakin menanjak. Marzuki Alie diterpilih sebagai Sekjen Partai Demokart dalam Kongres I di Bali, mendampingi Ketua Umum saat itu, Hadi Utomo.

Puncaknya, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat 2010-2015. melalui Kongres II Partai Demokrat di Bandung 2010.

Dua Kali Gagal Calon Ketua Umum Demokrat

Marzuki Alie sempat mencalonkan diri dua kali sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.Pertama kali Marzuki Alie calon ketua umum pada KOngres II Partai Demokrat di Bandung pada tahun 2010.

Pada saat itu, yang menjadi rival Marzuki Alie adalah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng.

Sayangnya, tidak mampu bersaing dengan Anas Urbaningrum untuk menjadi Ketua Umum Parati Demokrat periode 2010-2015.

Tak berhenti sampai di situ, Marzuki Alie pun kembali berusaha menjadi Ketua Umum Partai Demokrat pada tahun 2015.

BACA JUGA: JELANG RAMADHAN, INDRA JOE AKAN RILIS LAGU RELIGI SURGAMU

Pada tahun 2015, Marzuki Alie kembali maju, tapi kali ini dia mengundurkan diri karena Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mencalonkan menjadi ketua umum Partai Demokrat.

Jadi Ketua DPR RI

Sementara di DPR RI, ia terpilih menjadi anggota DPR dari Daerah Pemilihan DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu) yang disebut sebagai Dapil neraka pada Pemilu 2009.

Ia kemudian dipercaya menjadi Ketua DPR RI periode 2009-2014.

Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat versi KLB.

Ia membantah pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono yang menyebutkan ia terlibat dalam upaya kudeta di Partai Demokrat.

Ia mengaku telah berkirim pesan kepada SBY dan meminta pembuktian dirinya terlibat upaya kudeta.

BACA JUGA: KRISIS POLITIK MYANMAR, PB HMI DORONG ASEAN LAKUKAN KONSOLIDASI

Ia menyebut, fitnah terhadap dirinya ini berasal dari anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan

Tuduhan kepada dirinya sebagai bagian kelompok yang ingin melakukan kudeta tidak memiliki dasar dan bukti.

Tidak lama kemudian AHY memecat marzukie Alie bersama enam kader lainnya.

Namun, berbeda dengan enam kader lainnya, ia dipecat bukan karena terlibat upaya kudeta tetapi karena pernyataanya di media massa yang dianggap menyebarkan permusuhan kepada kepengurusan Partai Demokrat.

“Tindakan yang bersangkutan telah mengganggu kehormatan dan integritas, serta kewibawaan Partai Demokrat,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) Demokrat, Herzaky Mahendra Putra melalui keterangannya, Jumat, 26 Februari 2021.

BACA JUGA: KONSEP KEAMANAN HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN SOAL INTERVENSI KEMANUSIAN

Pada hari diselenggarakanya KLB di Deliserdang, Marzukie Alie hadir dan ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat.