Dihari-hari sebelum acara, dia membuat dunia bertanya apakah dia akan datang, pesawat demi pesawat menanti dilandasan, sementara dia tidur, berjalan-jalan dan membuat roti isi. Henry Kisingger menelpon dan memintanya datang demi membanggakan Amerika Serikat, Itulah dia Bobby Fischer seorang juara dunia catur asal Amerika Serikat.

Mudabicara.com_ Bagi kawan muda yang suka bermain catur mungkin film Innocent Moves menjadi salah satu film yang wajib di tonton. Film yang menceritakan tentang Josh Waitzkin seorang pemain catur Amerika Serikat (AS) yang memenangkan kejuaraan Catur Junior AS pada tahun 1993 dan 1994.

Lalu bagaimana dengan review film Searching for Bobby Fischer yang rilis dengan judul Innocent Moves di Inggris ini. Simak ulasan mudabicara.com berikut.

BACA JUGA : RESENSI BUKU MELAWAN KORUPSI KARYA VISHNU JUWONO

Bobby Fischer dan Film Innocent Moves

Film yang mencerikatan tentang sebuah keluarga yang melihat bakat anaknya dalam bermain catur. Sebuah karya film yang diadopsi dari novel otobiografi karya Fred Waitzkin dan digarap oleh sutradara bertangan dingin Steven Zaillian.

Seperti kutipan pada awal tulisan, film ini berawal dari sebuah cerita tentang Bobby Fischer, seorang pemain catur legendaris dan misterius asal America Serikat. Ia merupakan orang AS pertama yang menyabet gelar Juara Catur Dunia. Setelah sebelumya selama bertahun-tahun gelar itu di kuasai oleh pemain dari Rusia.

BACA JUGA : KONSEP KEAMANAN HUBUNGAN INTERNASIONAL DAN SOAL INTERVENSI KEMANUSIAAN

Bobby Fischer bisa dibilang salah satu pecatur terhebat sepanjang masa. Sebagai seorang anak muda, dia mampu mengalahkan pemain terhebat pada masanya. Pada tahun 1972 Bobby memenangkan kejuaraan catur dunia. Tetapi prestasi yang didapat malah membuat ia tiba-tiba menghilang dari peredaran. Dari situlah ia menjadi salah satu pemain catur yang misterius dan dinanti banyak orang.

Taman Washington Square Park

Film ini rilis di AS dengan judul Searching for Bobby Fischer tetapi ketika rilis di Inggris berjudul Innocent Mover. Karya film yang menceritakan kisah nyata tentang Bobby Fischer “baru” yakni Josh Waitzkin seorang anak yang lahir dengan bakat bermain catur.

Josh mempelajari gerakan catur saat ia menonton permainan catur di Taman Washington Square Park, New York. Awalnya orang tuanya, Fred dan Bonnie Waitzkin tidak sadar akan kemampuan anaknya.

Hingga suatu saat Josh meminta ibunya untuk menemaninya bermain di Taman dan kala itu Josh meminta untuk bermain catur. Taman Washington Square Park ini memang ada ruang terbuka dimana para pemain catur bisa berjudi dengan bermain catur.

BACA JUGA : MEMBACA PUISI-PUISI LINUS SURYADI AG 

Saat bermain catur di taman inilah Bonnie Waitzkin menyadari akan bakat anaknya. Ditambah saat Fred Waitzkin mengajaknya bermain catur di rumah. Meski awalnya Josh mengalah karena ingin mengajak ayahnya ke toko mainan namun akhirnya Josh menunjukan kemampuannya kepada ayahnya. Gaya main dan ketenangnya meyakinkan ayahnya bahwa Josh harus mendapat pelatihan khusu secara professional.

Secara cerdas film Innocent Moves memberi gambaran tentang permainan catur. Bahwa catur tidak hanya sebagai sebuah permainan. Ekpresi bermain catur lebih kepada sebuah ekpresi pandangan hidup. Melakukan intervensi secara psikologis adalah langkah seorang pemain catur bisa memenangkan sebuah pertandingan.

Vinnie dan Bruce Pandolfini

Guru pertama Josh bermain catur tidak lain adalah Vinnie, seorang pemain catur jalanan yang mempunyai gaya permainan cepat dan langkah-langkah yang tidak lazim untuk cepat mengalahkan lawan. Namun akhirnya ayah Josh mencarikan seorang pelatih professional catur bernama Bruce Pandolfini yang lebih mengajarkan taktik, strategi dan analisis.

BACA JUGA :PROFILE MOELDOKO: DULUNYA ANAK BUAH SBY KINI BALIK MELAWAN 

Meski perbedaan strategi antara Vinnie dan Bruce tidak dijelaskan secara mendalam dalam film. Hanya sekilas tentang gaya bagaimana memainkan Ratu. Jika Vinnie lebih agresif dengan memainkan ratu terlebih dahulu maka Bruce lebih pada gaya bertahan dengan analisis yang lebih jauh dan mendalam.

Kritik Sosial

Di samping menceritakan tentang catur film ini juga mengandung kritik sosial tentang cara pola asuh anak. Ambisi orang tua tidak seharusnya membebani seorang anak. Seperti saat Josh tidak mau ikut turnamen di Washington karena takut kalah namun bapaknya tetap memaksa ikut dan akhirnya Josh kalah.

Josh       : Ayah, mungkin kita tidak usah datang ke final negara bagian

Fred       : Apa maksudmu? Tentu saja kita akan pergi kita sudah berjuang dengan keras

Josh       : Kalau aku menang, semua akan bilang, “tentu saja dia menang, dia pemain papan atas” tapi kalau aku kalah

Fred       : Kau tidak akan kalah Josh

Josh       : Bagaimana kalau iya?

Fred       : Tidak akan

Josh       : Aku takut aku akan kalah

Fred       : Josh, mereka takut, mereka ketakutan padamu, sekarang tidurlah

Josh       : Mungkin lebih baik tidak menjadi yang terbaik karena kau bisa kalah tanpa masalah

Tidak hanya tentang Bobby Fischer dan Josh Waitzkin namun film ini memberi lecutan pertanyaan-pertanyaan tentang Apakah menang, misalnya, satu-satunya tjuan dari bermian catur? Apakah catur begitu penting sehingga seorang anak yang pandai bermain catur indentik dengan kejeniusan? Atau perkembangannya anak kecil yang berbakat bermain catur adalah hal yang normal? Dan Mengapa seseorang bermain catur harus serius sejak awal?

BACA JUGA : YUK INTIP! FAKTA DIBALIK PIALA MENPORA 2021

Terlepas dari itu semua karya Steven Zaillian dari buku otobiografi Fred Waitzkin ini perlu mendapat apresiasi sebagai cara untuk mengenang legenda catur kontrovesial Bobby Fischer dan Anak Ajaib Josh Waitzkin