Resensi Buku Filsafat Sejarah Hegel

Resensi102 Dilihat

Mudabicara.com_ Siapa yang tidak mengenal Georg Wilhelm Friedrich Hegel atau orang sering menyebutnya Hegel. Sebagai sosok filsuf idealis yang karyanya banyak mempengaruhi pemikir-pemikir hebat lain, tak terkecuali murid sekaligus pengkritiknya Karl Marx.

Filsuf kelahiran Stuttgart Jerman ini memberikan sumbasih yang mendalam tentang filsafat khususnya filsafat sejarah. Nah! kini mudabicara ingin mengulas dan melakukan resensi buku Filsafat Sejarah Hegel. simak ulasan kami berikut ini :

BACA JUGA : Resensi Buku Melawan Korupsi Karya Vishnu Juwono

Biografi Singkat G. W Friedrich Hegel

Georg Wilhelm Friedrich Hegel adalah seorang filsuf Jerman yang paling terkenal pada zamannya. Ia meyakini segala sesuatu terus bergerak seperti alam, kehidupan kemasyarakatan dan sejarah. Bagi Hegel faktor tersebut yang akan membuat setiap era memiliki perbedaan dan semangatnya sendiri.

Hegel mempercayai adanya evolusi logis bahwa setiap zaman memiliki ruh atau semangat sehingga sejarah yang dibentuk setiap zaman akan selalu berbeda dengan zaman-zaman sebelumnya.

Hegel lahir di tepi barat Jerman tepatnya kota Stuttgart, pada tanggal 27 Agustus 1770. Orang tua Hegel Menganut ajaran Pietismesebuah gerakan reformasi Lutheran.

BACA JUGA : Mengenal Teori Paradoks Zeno

Saat menjalani proses pendidikanya, Hegel nampaknya tertarik dengan pelajaran bahasa Latin dan matematika. Ia menjadi murid yang paling cerdas di dalam kelas.

Orang tuanya berharap Hegel dapat menjadi pendeta sehingga mengirimnya ke universitas di T├╝bingen, sebuah kota kecil di selatan Jerman. Di kampus inilah ia belajar teologi Protestan dan filsafat.

Sebagai pemikir paling mashur di Jerman, Hegel percaya bahwa hidup adalah sebuah proses yang akan terus menerus berubah. Alhasil sepanjang hidupnya Hegel konsisten untuk berkarya dan mengkritik para pemikir lain.

Namun tak bisa dipungkiriPemikirannya menjadi sumber primer pengetahun bagi para pemikir-pemikir setelahnya khususnya Friedrich Engels dan Karl Marx.

Akhirnya pada 14 November 1831 Hegel tutup usia dengan meninggalkan sumbangsih pemikiran yang masih menjadi rujukan sampai saat ini.

BACA JUGA : 10 Manfaat Belajar Hubungan Internasional Untuk Anak Muda

Identitas Buku

Resensi Filsafat Sejarah Hegel

Judul buku: Filsafat Sejarah

Penulis: Georg Wilhelm Friedrich Hegel

Penerbit: Panta Rhei Books

Tahun Terbit: Edisi Revisi 2014

Tebal: 169 halaman

ISBN: 979-170289-2-4

Sinopsis Buku

Di Dalam buku ini Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan tiga dunia yang sesungguhnya merupakan tiga sudut pandang dunia yang oleh Hegel disebut: Dunia Timur, Dunia Yunani-Romawi dan Dunia Jerman.

Ini semua hanya sekedar upaya untuk menghubungkan kesenjangan pembatasan spesifikasi waktu dan letak geografis.

BACA JUGA : 10 Manfaat Belajar Hubungan Internasional Untuk Anak Muda

Tepat sekali karena dunia-dunia tersebut tidak terpaku pada spesifikasi waktu dan tempat, maka bagi kita akan terasa lebih mudah untuk melihat dunia-dunia itu sebagai sebuah keterkaitan formal antara yang satu dengan yang lainnya.

Dengan demikian, bagi Hegel sejarah adalah sebuah proses penyejarahan dan pencerahan dengan tujuan menyejajarkan kita pada kontruksi sistem masyarakat.

Artinya  setiap orang bisa untuk saling menghargai dan menjunjung tinggi kemerdekaan serta harkat dan martabatnya yang otonom dan secara sederhana bisa dikatakan sebagai manusia seutuhanya.

Resensi Filsafat Sejarah Hegel

Dalam buku Filsafat Sejarah, Hegel menjelaskan bahwa semua perubahan bersifat historis. Selain itu Hegel juga mengatakan pendapatnya tentang tiga dunia.  Pada prinsipnya tiga dunia adalah sudut pandang hegel tentang dunia yang ia sebut Dunia Timur, Dunia Yunani-Romawi dan Dunia Jerman.

Pandangan tentang dunia ini menjadi upaya Hegel untuk menghubungkan kesenjangan pembatasan spesifikasi waktu dan letak geografis. Tentu hal tersebut untuk menjelaskan bahwa dunia taidak terpaku pada spesifikasi geografis dan waktu.

Sehingga mudah bagi masyarakat modern kini untuk melihat dunia-dunia itu sebagai sebuah keterkaitan formal antara yang satu dengan yang lainnya.

Dengan buku ini Hegel ini menjelaskan bahwa proses penyejarahan dan pencerahan adalah bagian dari proses sejarah untuk memberikan kontruksi berfikir tentang sistem masyarakat.

BACA JUGA : Resensi Buku: Populisme Islam di Indonesia dan Timur Tengah

Cita-cita hegel agar masyarakat saling menghargai, menjunjung tinggi kedaulatan, harkat martabat dan kemerdekaan. Dengan begitu masyarakat akan hidup sebagai manusia seutuhnya dengan berkesadaran tinggi dan rasional.

Kelebihan Buku

Secara umum hegel berpandangan bahwa sejarah terus bergerak secara progresif melalui kebebasan Roh. Ia memberikan ilustrasi yakni sejarah dunia tampak seperti suatu drama teater di mana Roh adalah aktor utama pengeraknya.

Oleh karena itu, sejarah tidak bersifat siklis, namun memiliki arah yang terus-menerus menyempurnakan diri. Kebebasan Roh akan terus nampak melalui sifat dialektisnya.  Ada tiga fase dalam sifat dialektis ini yakni yakni tesis, antitesis, dan sintesis.

Proses Roh yang ada-dalam-dirinya (tesis) mulai mengeksternalisasi-diri (antitesis), lalu seluruh kenyataan historis ini diangkat ke tataran yang lebih tinggi/aufgehoben (sintesis).

BACA JUGA : Resensi Buku Logika Karya Drs Mundiri

Kendati cenderung abstrak, sesungguhnya pemikiran Hegel memiliki kesan optimisme dalam melihat perubahan zaman. Hegel berfikir bahwa ia telah menemukan pola yang baku baik bagi umat manusia maupun bagi akal, di dalam konflik tesis dan antitesis yang ia sebut sebagai dialektika.

Salah satu kontribusi terbesar Hegel yang disumbangkan pada komunitas intelektual dunia sebagaimana diakui murid sekaligus pengkritiknya Karl Marx adalah cara dia memahami kondisi alamiah kesejarahan umat manusia.

Khususnya, di tengah kondisi wabah Covid-19 yang tidak pasti, pandangan Hegel kiranya dapat menjadi sumber refleksi yang menarik untuk memahami peristiwa di dunia.

Kekurangan Buku

Sebagai penulis dan pemikir Filsafat sejarah Hegel memberikan sumbangsih intelektual yang luar biasa. Kemampuannya memahami proses zaman memberikannya pengetahuan tentang sejarah yang utuh.

Tentu buku ini secara teknis ada kekurangannya diantaranya proses penerjemahan yang masih belum memberikan penjelasan secara runtut dan sistemis. Namun selebihnya buku ini dapat menjadi buku yang direkomendasikan bagi mereka yang mengeluti filsafat khususnya pemikiran filsafat hegel.

Demikian resensi  buku filsafat sejarah Hegel kali ini, semoga bermanfaat untuk pembaca semuanya. Terus membacanya!

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *