Pembagian Sastra lama Indonesia, Macam dan Jenisnya

Sastra1196 Dilihat

Mudabicara.com_ Karya sastra adalah suatu karya yang mengekpresikan kejadian atau situasi tertentu dengan estetika. Begitu banyak karya sastra yang mencerminkan keadaan sosial dengan sangat indah dan menawan.

Namun tahukah kawan mudabicara semua tentang pembagian sastra, macam dan jenisnya. Nah! jika belum tahu kini mudabicara ingin mengulas lebih dalam tentang pembagian sastra lama Indonesia, macam dan jenisnya. Simak ulasan kami berikut ini:

BACA JUGA : Pengertian Sastra, Fungsi dan Macamnya

Pembagian Sastra

Karya sastra Indonesia dibagi menjadi dua berdasarkan zaman pembuatan karya tersebut. Pertama, Karya sastra lama Indonesia. Kedua, karya sastra baru Indonesia.

Pembagian sastra lama Indonesia

Karya sastra lama adalah karya sastra yag lahir dalam masyarakat lama. Artinya suatu masyarakat yang masih memegang adat istiadat yang berlaku di daerahnya.

Karya sastra lama biasanya bersifat moral, pendidikan, nasehat, adat istiadat, serta ajaran-ajaran lama. Ada beberapa ciri-ciri karya sastra lama antara lain.

1. Terikat oleh kebiasaan dan adat istiadat

2. Bersifat Istana Sentris

3. Bentuknya Baku

4. Biasanya nama pengarangnya tidak ada alias anonim.

BACA JUGA : Pengertian Unsur Intrinsik, Macam dan Contohnya

Macam-Macam Pembagian Sastra lama Indonesia 

1. Pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Misalnya, dalam bahasa Jawa dikenal sebagai parikan sedangkan dalam bahasa Sunda didekanl sebagai paparikan.

Lazimnya patun terdiri dari empat larik atau empat baris bila ditulis. Sajak akhirnya berpola seperti a-b-a-b. Pantun tidak boleh bersajak a-a-a-a atau a-a-b-b.

Contoh Pantun:

Bunga kenanga di atas kubur 

Pucuk sari padam jawa

Apa guna sombong dan takabur 

Rusak hati badan binasa

2. Gurindam

Gurindam adalah karya sastra yang temasuk dalam puisi lama pengaruh Hindu. Karya sastra Gurindam terkenal di Indonesia pada awal abad ke-19.

Awalnya gurindam berasal dari Tamil sebuah daerah di India Selatan. Karya sastra yang satu ini berisi nasehat dan petuah.

Menurutu Sutan Takdir  Alisjahbana Gurindam adalah sajak dua baris yang terbentuk dari kalimat majemuk. Sedangkan menurut Raja Ali Haji Gurindam adalah puisi yang terdiri dari dua baris saja dalam satu bait.

Berbeda dengan Ismail Hamid, ia mengartikan gurindam adalah karya sastra yang berasal dari bahasa sankrit. Namun Za’ba berpendapat juga bahwa Gurindam adalah bentuk puisi yang tidak terikat.

BACA JUGA : Mengilhami Sajak “Do’a Koruptor Yang Baik Dan Benar” Agus Noor

Jika kita lihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Gurindam adalah salah satu bentuk karya sastra yang berupa sajak dengan 1 baitnya ada 2 baris.

Contoh Gurindam :

Banyak harta sudah biasa
Banyak sedekah lebih luar biasa

Takut miskin saat sedekah
Buat hidup takkan pernah indah

Jangan takut ikut bersedekah
Takutlah jika menjadi serakah

Banyak harta bukan tujuan hidup
Karena tak dibawa saat mata tertutup

Barang siapa tinggalkan sholat
Maka menuntun ke perbuatan maksiat

Barang siapa melakukan perbuatan maksiat
Pasti akan mendapatkan siksa di akhirat

Jika bekerja tidak berhati lurus
Pikiran akan terus menjadi tergerus 

Jika pikiran selalu tergerus
Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus

3. Syair

Syair adalah puisi yang berasal dari Persia dan digubah menjadi bahasa indah dengan tatanan secara apik. Karya sastra syair merupakan ungkapan perasaan dan kedalaman kejujuran dari seorang penyair.

Kata syair berasal dari bahasa arab syu’ur yang berarti perasaan dan berkembang menjadi syi’ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Ada beberapa ciri-ciri syair antara lain :

BACA JUGA : Mengilhami Puisi Derai-derai Cemara, Chairil Anwar

Setiap rangkap atau stanza mengandungi empat baris dan setiap rangkap atau stanza mengandungi empat patah perkataan yang mengandungi 8-12 suku kata.

Ada beberapa syair yang masyhur dan terkenal adalah Syair Bidasari yang terdiri dari Syair Ken Tambuhan, Syair Raja Mambang Jauhari dan Syair Raja Siak. 

Contoh Syair :

Selama hidup hendaklah setia

Supaya orang senantiasa percaya 

Buat baik sesama manusia 

Jahat durhaka jauhkan saja 

Bila berkawan jangan bergaduh 

Tiada guna bermusuh-musuh 

Jauhi sekali bersifat angkuh 

Tersisih hidup semakin keruh

Walaupun kaya jangan menghina 

Kaya dan miskin sama sahaja

Yang hina jangan ditambah hina 

Karena hidup seperti roda.

BACA JUGA : 10 Manfaat Belajar Hubungan Internasional Untuk Anak Muda

4. Hikayat

Hikayat berasal dari bahasa arab Haka yang artinya menceritakan atau bercerita. Karya ini dulu berguna untuk pelipur lara, penghibur dan pembangkit semangat. 

Secara umum cerita dalam hikayat berisi agama, sejarah, silsilah raja-raja, undang-undang dan biografi. Jika berdasar pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta.

Beberapa Pengertian Hikayat

  • Hikayat adalah karya sastra lama yang mengisahkan kehidupan keluarga istana, kaum bangsawan dan orang ternama. Isi ceritanya meliputi kehebatan ataupun kesaktian dan karya ini berbentuk prosa.
  • Hikayat adalah sebuah cerita dongeng yang berkisah tentang kehebatan seorang tokoh.
  • Hikayat adalah Karya sastra lama yang berisi cerita tentang keluarga raja dan para punggawa istana.
  • Hikayat adalah cerita sejarah yang penuh keajaiban dan kadang tidak masuk akal namun kemasan ceritanya menarik.
  • Hikayat adalah sebuah karya sastra  yang dapat berisi apa saja karena semua karya sastra dapat digubah ke dalam hikayat.
  • Hikayat adalah sebuah dongeng yang isinya bermacam-macam, biasanya isi cerita berdasar pada seorang tokoh atau peristiwa yang benar-benar terjadi.
  • Hikayat adalah karya sastra yang berguna sebagai wahana pelipur lara atau pembangkit semangat juang.
BACA JUGA : Mengenal Teori Paradoks Zeno
Ciri-ciri Hikayat
  • Isi ceritanya tidak masuk akal
  • Tidak dinamis namun statis
  • Menggunakan bahasa Melayu lama.
  • Kata-kata yang digunakan kadang tidak lazim.
  • Pusat Ceritanya pada keluarga dan lingkungan istana
  • Pengarang selalu mengunakan anonim sehingga tidak jelas

Contoh hikayat misalnya Hang Tuah; Perang Palembang dan Seribu Satu Malam.

5. Dongeng

Dogeng adalah cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi, misalnya kejadian-kejadian aneh di masa dahulu. Dogeng berfungsi menyampaikan ajaran moral dan juga menghibur.

Karya dogeng juga termasuk cerita tradisional, artinya cerita yang disampaikan turun temurun.Cerita semacam ini bisa disebar ke berbagai tempat dan ceritanya bisa disesuaikan dengan tempat baru tersebut.

Beberapa contoh dongeng antara lain dongeng si kancil dan buaya, Si kura-kura yang sombong dan Pesahabatan tikus dan singa.

BACA JUGA : Mengenal Teori Realitas Alam Semesta Anaxagoras

6. Tambo

Pengertian tambo ini seringkali bercampur dengan dongeng, hikayat dan babab. Tambo sendiri berarti uraian sejarah suatu daerah yang sering kali di sama artikan dengan dongeng.

Karya ini melekat pada Minangkabau sehingga Tambo Minangkabau adalah karya sastra sejarah yang merekam kisah-kisah legenda-legenda yang berkaitan dengan asal usul suku bangsa, negeri dan tradisi dan alam Minangkabau.

Tambo Minangkabau ditulis dalam bahasa Minangkabau yang berbentuk prosa. Tambo berasal dari bahasa Sanskerta, tambay yang artinya bermula.

BACA JUGA : Mengenang Ahmad Syafii Maarif, Anak Kampung dan Kemerdekaan Bangsa

Demikian sekilias uraian tentang pembagian sastra lama Indonesia, semoga memberi pengetahuan dan bacaan kawan mudabicara semua.

Tulisan Terkait: