Pengertian Unsur Intrinsik, Macam dan Contohnya

Sastra781 Dilihat

Mudabicara.com_ Unsur Intrinsik merupakan unsur penting dalam karya sastra. Setiap karya sastra memiliki dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur Intrinsik sendiri terdiri dari beberapa macam.

Lalu, apa yang dimaksud dengan unsur intrinsik dalam karya sastra. Nah! Kini mudabicara ingin mengulas lebih dalam tentang pengertian unsur intrinsik, macam dan contohnya. simak ulasan mudabicara.com berikut ini:

BACA JUGA : Pengertian Sastra, Fungsi dan Macamnya

Pengertian Unsur Intriksik

Pengertian unsur intrinsik adalah unsur yang menyusun sebuah karya sastra dari dalam. Unsur ini memberikan struktur suatu karya sastra seperti tema, tokoh, alur, latar dan pusat pengisahan.

Menurut Burhan Nurgiantoro dalam bukunya teori pengkajian fiksi, unsur intriksik adalah suatu keadaan subjektivitas pengarang tentang sikap, keyakinan, dan pandangan hidup yang melatarbelakangi lahirnya suatu karya sastra.

Dengan kata lain unsur intriksik disini lebih kepada setiap karya sastra dipengaruhi oleh latar belakang penulis itu sendiri.

BACA JUGA : Mengenang Ahmad Syafii Maarif, Anak Kampung dan Kemerdekaan Bangsa

Sedangkan menurut Pradopo unsur intrinsik dalam sebuah karya sastra merupakan memiliki ciri yang konkret. Ciri-ciri tersebut meliputi jenis sastra (genre), pikiran, perasaan, gaya bahasa, gaya penceritaan, dan struktur karya sastra.

Macam-Macam Unsur Intrinsik

1. Tema dan Amanat

Tema adalah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra. Dalam karya sastra terdiri dari dua bagian yakni tema mayor dan tema minor.

Tema mayor adalah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan sedangkan tema minor adalah tema yang tidak menonjol.

Sedangkan Amanat adalah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan di dalam karya sastra. Amanat biasa disebut makna.

Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna dan makna muatan. Makna niatan adalah makna yang diniatkan oleh pengarang bagi karya sastra yang ditulisnya. Sedangkan Makna muatan adalah makna yang temuat dalam karya sastra tersebut.

2. Tokoh dan Penokohan 

Tokoh adalah pelaku dalam karya sastra. dalam karya sastra biasanya ada beberapa tokoh, namun biasanya hanya ada satu tokoh utama.

BACA JUGA :  Mengenal Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

Pengertian Tokoh utama adalah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam karya sastra. Dua jenis tokoh adalah tokoh datar (flash character) dan tokoh bulat (round character).

Tokoh datar adalah tokoh yang hanya menunjukan satu segi, misalnya baik saja dan buruk saja. Sejak awal sampai akhir cerita tokoh yang jahat akan tetap jahat.

Adapun tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kekuranganya. Jadi ada perkembangan yang terjadi pada tokoh ini.

Macam-Macam Tokoh

1. Tokoh Introvert 

Tokoh Introvert adalah pribadi tokoh tersebut ditentukan oleh ketidaksadaranya

2. Tokoh Ekstrovert 

Tokoh Ekstrovet adalah Pribadi tokoh tersebut ditentukan oleh kesadaranya.

3. Tokoh Protagonis 

Tokoh Protagonis adalah tokoh yang disukai pembaca atau penikmat sstra karena sifat-sifatnya.

BACA JUGA : HMI MPO Cabang Lombok Timur Resmi Dilantik

4. Tokoh Antagonis 

Tokoh Antagonis adalah tokoh yang tidak disukai pembaca atau penikmatnya sastra karena sifat-sifatnya.

Teknik Menampilkan Tokoh

1. Cara Analitik

Cara Analitik adalah cara menampilkan tokoh secara langsung melalui uraian pengarang. Jadi pengarang menguraikan ciri-ciri tokoh tersebut secara langsung.

2. Cara Dramatik

Cara Dramatik adalah cara menampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi melalui gambaran ucapan, perbuatan, komentar, atau penilaian pelaku dan tokoh dalam suatu cerita. sebagai pengertian di bawah :

Dialog adalah percakapan antara seorang tokoh dengan banyak tokoh. Dualog adalah percakapan antara dua tokoh  Monolog adalah percakapan batin terhadap kejadian lampau dan yang sedang terjadi dan Solilokui adalah Bentuk cakapan batin terhadap peristiwa yang akan terjadi.

Alur dan Pengaluran

Alur adalah rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh.

Macam-Macam Alur 

1. Alur awal yakni pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya

2. Tikaian yakniterjadi konflik diantara tokoh-tokoh pelaku

3. Gawatan atau rumitan yakni konflik tokoh-tokoh semakin seru

4. Puncak yakni saat puncak konflik diantara tokoh-tokoh

BACA JUGA : Rintis Usaha Sejak Mahasiswa, Rokgaliya Sukses Menjadi Brand Ternama

5. Leraian yakni peristiwa konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap.

6. Akhir yakni seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan.

Sedangkan Pengaluran adalah teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitas alur dibagi menjadi dua yakni alur erat dan alur longgar.

1. Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) alur longgar adalah jalinan peristiwa yang tidak padu dalam karya sastra.

2. Alur Erat adalah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita atau dengan kata lain hubungan suatu peristiwa satu dengan lainnya yang peristiwannya tidak dapat di hilangkan.

Sedangkan menurut kuantitasnya alur juga terdiri dari dua bagian yakni alur tunggal dan alur ganda.

BACA JUGA : Mengenal Abah AOS, Ulama Kharismatik Dari Tanah Pasundan Dan Ajaranya

1. Alur tunggal adalah alur yang hanya satu dalam karya sastra  atau hubungan suatu peristiwa satu dengan lainnya yang peristiwannya tidak dapat di hilangkan.

2. Alur ganda adalah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Artinya peristiwa yang perjalanannya beranak pinah. Alur ganda ini biasanya berangkat dari satu permasalahan yang sama dari beberapa tokoh, tetapi beberapa tokoh tersebut kemudian mengambil jalan berbeda.

Menurut segi urutan waktu pengaluran terdiri dua bagian yakni alur lurus dan alur tidak lurus

1. Alur lurus adalah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur ini mengisahkan rangkaian peristiwa secara kronologis.

2. Alur tidak lurus adalah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan gerak balik, sorot balik atau campuran kedua.

Latar dan Pelataran

Latar adalah tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra. Setting atau latar terdiri dari latar material dan latar sosial.

1. Latar Material adalah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di mana tokoh tersebut berada. Biasanya latar material mengambarkan benda-benda yang mendukung cerita.

2. Latar Sosial adalah lukisan tatakrama tingkah laku, adat dan pandangan hidup. Biasanya latar sosial mengambaran kehidupan masyarakat dalam kurun waktu dan tempat tertentu yang dilukiskan dalam cerita.

BACA JUGA : Penundaan Pemilu dan Ancaman Populisme

Sedangkan pelataran adalah teknik atau cara-cara menampilkan latar.

Pusat Pengisahan

Pusat pengisahan adalah dari mana suatu cerita dikisahkan oleh pencerita. Pencerita di sini adalah pribadi yang diciptakan pengarang untuk menyampaikan cerita.

Paling tidak ada dua pusat pengisahan yaitu pencerita sebagai orang pertama dan pencerita sebagai orang ketiga. Sebagaimana orang pertama pencerita duduk dan terlibat dalam cerita tersebut, biasanya sebagai aku dalam tokoh cerita.

Sebagai orang ketiga, pencerita tidak terlibat dalam cerita tersebut tetapi ia duduk sebagai seorang pengamat atau dalang yang serba tahu.

Nah! demikian kawan mudabicara.com ulasan tentang pengertian unsur intrinsik pada karya sastra kali ini. Tunggu ulasan kami berikutnya ya!

 

Tulisan Terkait: