Mudabicara.com_Halo kawan muda, kali ini mudabicara.com ingin meresensi buku yang berjudul Logika karya Drs H Mundiri. Buku Logika karya Mundiri ini menjadi salah satu buku paling direkomendasikan saat kawan muda semua belajar logika.

Buku Logika ini merupakan buku yang menjadi referensi utama bagi kawan muda yang ingin atau sedang belajar Filsafat.

BACA JUGA : RESENSI BUKU POPULISME ISLAM DI INDONESIA DAN TIMUR TENGAH

Berikut Resensi Buku Logika Karya Drs H Mundiri

Identitas Buku

Judul Buku : Logika

Penulis : Drs. Mundiri

Penertbit : Rajawali Pres

ISBN: 979-421-398-5

Tahun Terbit : 2010

Halaman: 252

Ukuran: 13,5 x 20,5 cm

Sinopsis Buku 

Membaca buku logika artinya kita membaca tentang tata cara berfikir sistematis, bernalar dengan benar dan tepat. Buku ini memberi gambaran yang luas bagi mereka yang ingin belajar tentang logika.

Pembahasan awal buku ini dimulai dengan pembahasan tentang logika secara umum terkait pengertian logika secara etimogi maupun terminologi. Kemudian dilanjut dengan sejarah logika sampai pada pembahasan tentang probabilitas serta kekeliruan berfikir.

Logika

 

Secara sistematik buku ini dibagi menjadi 15 Sub bahasan. Pembahasan awal mencangkup definisi, klasifikasi, proposisi. Kemudian oposisi, genealogi, generalisasi dan analogi. Terakhir hubungan kausalitas, hipotesis, probabilitas dan kekeliruan berpikir.

BACA JUGA : MENGENAL TEORI TINDAKAN SOSIAL MAX WEBER 

Misalnya soal proposisi, Mundiri menjelaskan bahwa proposisi adalah pernyataan dalam bentuk kalimat yang dapat dinilai benar dan salahnya, atau merupakan unit terkecil dari pemikiran yang mengandung maksud yang sempurna.

Ada dua proposisi yakni proposisi sintetik dan proposisi analitik. Proposisi sintetik adalah Predikatnya mempunyai (Proposisi aposteriori) pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subjeknya, sebagai contoh: Apel itu asam. Sedangkan proposisi analitik adalah proposisi yang predikatnya (Proposisi Apriori) mempunyai pengertian yang sudah terkandung pada subjeknya, sebagai contoh kambing adalah hewan ternak.

Sedangkan berdasarkan bentuknya proposisi ada tiga macam. Pertama, Poposisi kategorik. Proposisi kategorik adalah proposisi yang mengadung pernyataan tanpa adanya syarata. Kedua, Proposisi Hipotetik, Proposisi hipotik adalah proposisi yang mengandung pernyataan dengan mengunakan syarat. Ketiga, Proposisi Disyungtif, Proposisi Disyungtif adalah proposisi yang mengadung pernyataan dengan mengunakan syarat tertentu.

BACA JUGA : RUSDI MATHARI SERTA 10 EKSOTIS TULISAN UNTUK ANAK MUDA 

Dalam buku ini Mundiri memberi penjelasan cara mudah memahami logika melalui pengertian, pengunaan, dan beberapa contoh. Dengan demikian para pembaca dengan sangat mudah mencerna apa yang dimaksud oleh Mundiri.

Isi Resensi

Logika adalah ilmu tentang cara berfikir secara sistematis. Sebagai landasan berfikir logika sudah dibahas dari zaman Yunani. Sebagai ilmu yang mempelajari metode, logika digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah.

Logika menyampaikan kepada kita tentang berpikir benar, lepas dari berbagai prasangka emosi dan keyakinan seseorang; karena itu ia mendidik manusia bersikap obyektif, tegas, dan berani. Logika juga merupakan alat yang dapat membantu kita untuk menghindari generalisasi, pernyataan yang tidak logis serta kesimpulan yang keliru. Dengan logika maka kita akan mempunyai pemikiran yang lurus, benar dan tepat.

BACA JUGA : 10 MANFAAT BELAJAR SOSIOLOGI UNTUK ANAK MUDA 

Mundiri membagi logika dalam beberapa karakteristik. Dari segi kualitas logika dibagi menjadi dua yakni logika naturalis dan logika ilmiah. Logika Naturalis adalah kecakapan berlogika berdasarkan kemampuan akal manusia. Sedangkan Logika Ilmiah adalah kemampuan berlogika dengan berdasarkan analisis agar lebih teliti dan efisien.

Dari segi metode logika dibagi menjadi dua bagian yakni logika tradisional dan logika modern. Logika tradisional adalah logika yang masih dipengaruhi oleh system logika Aristoteles. Sedangkan logika modern adalah logika yang muncul sejak Raymundus Lullus menemukan metode Ars Magna.

Dalam buku ini Mundiri juga menjelaskan tentang kata. Ia mengklasifikasikan kata berdasarkan pengertian dan pengunaannya. Klasifikasi tersebut yakni positif, negatif, dan privatif. Sebagai contoh kata mudah. Mudah berarti positif, Tidak Mudah negatif, dan Sulit berarti privative.

Melalui buku logika ini Mundiri mengajak kepada pambacanya untuk mengetahi bagaimana pola berfikir, bagaimana sejarah berfikir manusia serta kenapa ada kesalahan berfikir.

Misalnya dalam konteks kesalahan berfikir. Buku ini menjelaskan dengan tujuh pendekatan antara lain. Pertama, Fallacy of Four Term (kekeliruan karena mengunakan empat trem). Kedua, Fallacy of Undistributed Middle (kekeliruan karena kedua trem penegah tidak mencakup). Ketiga, Fallacy of Illicit Proces (kekeliruan karena proses tidak benar).

BACA JUGA : MENGENAL TEORI HUKUM TIGA TAHAP AUGUSTE COMTE 

Keempat, Fallacy of Two Negative Premises (kekeliruan karena menyimpulkan dari dua premis yang negatif). Kelima, Fallacy of Affirming the Consequent (kekeliruan karena mengakui akibat). Keenam, Fallacy of Denying Antecedent (kekeliruan karena menolak sebab), Ketujuh, Fallacy of Disjunction (kekeliruan dalam bentuk disyungtif). Terakhir Fallacy of inconsistency (kekeliruan karena tidak konsisten)

Kelebihan Buku

Ada beberapa kelebihan bagi mereka yang ingin membaca buku ini sebagai bahan dasar belajar logika. Pertama dimulai dari bahasa, Bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat sederhana dan cukup komunikatif sehingga pembaca dapat mudah memahami apa maksud dari penulisnya.

BACA JUGA : 10 MANFAAT BELAJAR FILSAFAT UNTUK ANAK MUDA

Kedua, Evaluasi, di dalam buku ini terdapat soal evaluasi guna mengukur seberapa pembaca dapat memahami serta mengerti apa yang disampaikan dalam setiap babnya. Ketiga, sistematika susunan buku, Buku ini mempunyai susunan sitematika yang baik mulai dari Bab I hingga Bab akhir sehingga pembaca dapat membaca dengan kontruksi pengetahuan yang utuh.

Disamping itu buku ini dapat merangsang pola piker pembacanya dalam mengetahui singkronisasi antara ilmu dan probabilitas. Sebagaimana manfaat belajar logika yang tentu membantu pembaca agar dapat berpikir lurus, efisien, tepat dan teratur untuk mendapatkan kebenaran dan menghindari kekeliruan.

Kekurangan Buku

Disamping kelebihan tentu buku logika karya Mundiri ini juga memiliki beberapa kekurangan antara lain. Pertama, Definisi dan Contoh. Sebagai pembaca tentu definisi harus mempunyai referensi yang jelas, kadang pembaca masih menemukan beberapa pendapat atau definisi hanya dari pemahaman penulis.

Kedua, Penjelasan terlalu singkat, mempelajari logika tentu butuh waktu yang tidak sebentar. Meskipun buku ini menjelaskan secara jelas namun dalam pratiknya kadang pembaca mengalami gagal faham sehingga perlu membaca kembali.

BACA JUGA : MENGENAL TEORI HERMENEUTIKA HANS GEORG GADAMER 

Terakhir penjelasan dalam buku logika Mundiri ini terlalu pointer meskipun secara sistematika bagus. Artinya pembaca harus membaca buku referensi lain guna mengimbangi pengertian atau definisi dari buku ini.