Adakan Polittalks : TurunTangan Harap Anak Muda Melek Politik

Sosial388 Dilihat

Mudabicara.com_ Turun Tangan melaksanakan kegiatan diskusi polittalks bertema “Milenial dalam Politik: Tren, Tantangan dan Politik Gagasan”, Sabtu,18 Juni 2022.

Program polittalks ini merupakan respons TurunTangan  melihat fenomena anak muda yang hanya sebagai kelompok pemilih saja.

BACA JUGA : Mengenal Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia

Disamping itu, politalks  merupakan salah satu kegiatan Turun Tangan guna menghadirkan ruang dialektika, diskursus yang konstruktif dan kontekstual sebagai wujud pendidikan politik.

Hikari Ersada, Program Director dari Public Virtue Institute mengatakan anak muda kini dipandang sekelompok  orang apatis, apolitis, bahkan hanya sebagai subyek pemilih saja

“Anak muda cuma ‘aset’, mereka diperlakukan sebatas subyek, dimana saat meraka hanya diperebutkan saat kontestasi pemilihan umum saja” Ungkap Hikari

TurunTangan

Hikari menunjukan berbagai studi bahwa kaum muda memiliki kapasitas dalam membangun dan memimpin gerakan. Anak muda memiliki kemampuan untuk berdampak dan melakukan hal-hal yang jauh lebih besar lagi. Tentu salah satunya Gerakan Turun Tangan.

BACA JUGA : Membangun Kepemimpinan Lewat Dunia Kerelawanan Turun Tangan

“Anak muda harus memiliki rasa optimis dalam ruang demokrasi dan melek politik. Meskipun, dapat kita pahami bahwa kini terdapat regresi demokrasi dari atas. Indonesia konsisten dengan pola illiberal yang hari ini menjadi tren di politik global.” Tambah Hikari.

Tambahan informasi kegiatan  polittalks ini di moderatori Andi Muhammad, Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Politik Indonesia.

Kegiatan diawali dengan monolog Hikari Ersada yang menunjukkan bahwa tren dan tantangan anak muda berkutat dalam kebebasan berpendapat, kemerosotan kebebasan sipil dan perluasan alat-alat otoriter dalam menekan oposisi dan membatasi kritik.

Gerakan TurunTangan

Di sisi lain, Gerakan TurunTangan meyakini tingkat demokrasi dan kualitas kehidupan politik sedikit banyak dipengaruhi oleh anak muda. TurunTangan melihat menurunnya tingkat demokrasi dan kualitas kehidupan politik tidak hanya disebabkan oleh banyaknya orang bermasalah, namun juga banyak orang-orang baik yang memilih  diam dan tidak berperan.

BACA JUGA : Pemuda, Korupsi dan Partisipasi Politik

Gerakan TurunTangan senantiasa bergerak untuk mengajak orang-orang baik untuk tidak memilih diam dan harus terlibat aktif untuk membenahi kualitas demokrasi dan politik di Indonesia. Pandangan optimisme bagi anak muda dalam ruang demokrasi dan politik, sejalan dengan keyakinan TurunTangan.

Anak muda harus mengembalikan (lagi) makna politik yang penuh gagasan. Reformasi  juga menghendaki adanya keterlibatan dan partisipasi masyarakat lebih jauh sekaligus Upaya-upaya demokratisasi meski selalu disuarakan oleh anak muda.

Tulisan Terkait: