Mudabicara.com_ Letnan Komarudin  adalah satu dari sekian Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berjasa pada Serangan Umum 1 Maret 1949. Keberaniannya serta visi sebagai tentara tak perlu di ragukan lagi.

Bahkan di saat Belanda merasa di atas angin serta mengangap TNI sudah patah semangat. TNI cepat mengambil sikap dan melakukan serangan di Yogyakarta. salah satu yang terkenal dalam serangan itu yakni Letnan Komarudin. Lalu siapakah sebenarnya Letnan Komarudin ini?

BACA JUGA : MEMBACA PUISI-PUISI LINUS SURYADI AG  

Sekilas tentang Letnan Komarudin

Letnan Komarudin bernama asli Eliyakim Y Teniwut lahir di kabupaten Maluku Tenggara pada tahun 1927. Eliyakim Y Taniwut  muda diangkat menjadi tentara KNIL Belanda dan dikirim untuk berperang di pulau Jawa.

Menurut penuturan dari anak cucunya di Ohoi desa Ohoidertutu ada 6 anak muda waktu itu yang diangkat menjadi tentara KNIL Belanda dan salah satunya adalah Eliyakim Y Taniwut. Setelah sampai di pulau jawa Eliyakim Y Teniwut menikah dan memilih memeluk agama Islam dan menganti namanya menjadi Komarudin. Lantas, ia berjuang untuk negara republik Indonesia dibawah komando panglima besar jenderal Soedirman.

Serangan Oemoem 1 Maret 1949

Ada peristiwa bersejarah yang terjadi di Republik Indonesia 72 tahun silam tepatnya pada 1 Maret 1949 yakni peristiwa yang dikenal dengan Serangan Oemoem 1 Maret di kota Jogjakarta.

Serangan Umum  1 Maret 1949 adalah serangan yang dilaksanakan di kota Jogjakarta secara besar besaran. Serangan ini dimaksudkan untuk membuktikan kepada dunia bahwa TNI masih mempunyai taring dan Indonesia masih solid dan kuat.

Ada nama yang fenomenal dalam peristiwa bersejarah tersebut yakni Letnan Komarudin. Ia memiliki peran penting yang hampir tidak pernah ditulis sejarah. Selain itu  jasa perjuangan serta totalitasnya untuk Indonesia perlu ditulis kembali agar para generasi muda mampu memotret secara utuh dan sempurna.

Film Janur Kuning

Sejarah tentang perjuangan sosok Letnan Komarudin tidak begitu mashur dikalangan pegiat sejarah. Namanya hampir hilang dan dilupakan. Padahal dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 ia merupakan salah satu aktor penting yang berperan dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA : MENGILHAMI PUISI PERINGATAN WIJI THUKUL 

Beruntungnya peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 ini telah diabadikan dalam sebuah karya film yang berjudul Janur Kuning karya Deddy Sutomo dan sutradara Alam Rengga Surawidjaja. Dalam film tersebut aktor Amak Baldjun dengan lihai menampilkan karekter sosok Komarudin dengan aksi heroiknya.

Tentu yang pernah menonton dan membaca buku biografi Soeharto Pikiran Ucapan Dan Tindakan saya akan mengenalnya dan bagaimana Letnan Komarudin memainkan peranya. sebab film Janur Kuning merupakan filam yang diangkat dari buku biografi Soeharto tersebut.

Buku Pikiran Ucapan Dan Tindakan saya

Serangan Umum 1 Maret 1949 memuat banyak kisah menarik dan lucu. Dalam buku biografi Soeharto karya  G Dwipayana dan Ramadhan KH.

BACA JUGA : MENGENAL SOSOK NURCHOLIS MADJID KETUA UMUM PB HMI DUA PERIODE

Soeharto menceritakan tentang rencana penyerangan, “Pada waktu sirene akhir jam malam berbunyi tanggal 28 februari 1949 pagi, kami dikejutkan oleh bunyikan tembakan saya cukup gencar. Mana pula tidak terkejut, sebab telah saya tetapkan seranagan itu akan kita lakukan pada tanggal 1 maret, pagi, pada waktu sirene akhir jam malam. Ternyata letna komarudin atau eliyakim y teniwut telah salah hitungan”. Ucap pak harto dalam cuplikan buku.

Kekhawatiran Soeharto ketika Letnan Komarudin melakukan penyerangan lebih awal ke tentara belanda pada saat itu adalah bahwa Belanda akan membalas penyerangan di kota yang tentu akan membabibuta menembaki rakyat yang tak berdosa.

Tetapi malah terbalik, taktik yang dimainkan Letnan Komarudin membuat tentara belanda lengah, karena mengira serangan tersebut adalah serangan besar yang dilakukan TNI dan akhirnya kemenangan di pihak Indonesia. Semua tak lain dan tak bukan adalah bekas jasa Letnan Komarudin.

Pada tahun 1980 Soeharto yang menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia memberikan uang senilai 15 juta dan satu peti senjata kepada Letnan Komarudin.

Ketika bangsa Indonesia sudah merdeka seutuhnya. Letnan Komarudin memilih pulang dan menyepi di kampung halamannya Maluku Tenggara.

Pada tanggal 15 april 1990 Indonesia kehilangan putra terbaiknya yakni Letnan Komarudin. Ia  meninggal karena sakit, jenazanya dimakamkan di Ohio Desa Ohoidertutu Kabupaten Maluku Tenggara.

 

Oleh : Abidin Tatroman (Pegiat Literasi Key)