Muda Bicara Institute Adakan Diskusi Terkait Peran Pemuda Menuju 2045

Politik404 Dilihat

Mudabicara.com_ Kemajuan teknologi dan bonus demografi menjadi tantangan tersendiri bagi para pemuda. Selain dituntut untuk berpikir terbuka, pemuda harus mampu beradaptasi dan menjawab tantangan zaman.

Melihat fenomena digitalisasi dan bonus demografi, Muda Bicara Institute mengadakan diskusi kepemudaan, Sabtu 10 September 2022 di Rawa Buaya, Cengakareng, Jakarta Barat.

Kegiatan diskusi kali ini mengambil tema Reaktualisasi Peran Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045 dengan pembicara Riyan Hidayat selaku Sekertaris Jendral Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK), Usamah Abdul Aziz selaku ketua Jakarta Maju Bersama (JMB) dan Zuhad Aji Firmantoro selaku Dosen Universitas Al Ahzar Indonesia.

BACA JUGA : Resensi Buku Filosofi Teras: Hidup Harus Bahagia

Riyan Hidayat mengatakan pentingnya pemuda dalam menguasai dan mengikuti perkembangan teknologi. Pemuda harus sebagai garda terdepan dan mampu berperan sebagai subjek teknologi bukan sebagai objek teknologi sehingga tidak terjebat pada narasi konsumtif.

“Kita tidak boleh hanya mengetahui teknologi namun harus menguasai teknologi, hal itu penting agar pemuda mampu mengatur dan memanfaatkan teknologi dengan hal-hal positif yang dapat memberi nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari” Kata Riyan Hidayat

Sementara itu, Ketua JMB Sami Usama menyampaikan pentingnya pemuda memiliki visi dan misi kedepan,  pemuda harus menjadi pribadi yang unggul dan berdaya saing, sebagaimana China mampu menunjukan bahwa mereka negera yang memiliki peradaban tinggi melalui bangunan tembok china.

“Salah satu pepatah Eropa mengatakan saya tidak takut mimpimu tidak tercapai tetapi saya takut mimpimu tercapai namun mimpimu terlalu kecil, Nah begitulah pemuda harus memiliki mimpi-mimpi yang besar, kita harus melunasi janji-janji kemerdekaan” Kata Sami Usama

BACA JUGA : Gaya Kepemimpinan Situasional, Pengertian, Ciri dan Manfaatnya

Di lain sisi, Zuhad Aji Firmantoro mengingatkan bahwa dunia sudah berubah dari fisik masuk ke dalam dunia maya, pemuda harus mampu mengambil peran dalam mengisi ruang-ruang maya tersebut, orang yang berkuasa hari ini tidak lain adalah orang yang menguasai informasi.

“Perkembangan teknologi harus diterima dengan bijak tanpa meninggalkan ruang-ruang idealitas. sebagai pemuda fitrahnya memang harus melawan dan jangan takut mencoba, karena tanpa mencoba kita tak kan pernah tahu sudah sampai di titik mana” Kata Zuhad Aji yang juga direktur hukum Celios ini

Adapun moderator dan peserta diskusi kali ini adalah Abidin Tatroman, direktur media dan publikasi Muda Bicara Institute dan para anggota Muda Bicara

 

 

Tulisan Terkait: