23 Macam Majas Perbandingan dan Contohnya

Sastra129 Dilihat

Mudabicara.com_ Bagi para pecinta sastra dan bahasa Indonesia tentu tidak asing lagi dengan namanya Majas. Sebab majas menjadi salah satu bahasan khusus dalam kajian sastra dan bahasa Indonesia.

Namun ingatkah sahabat mudabicara ada berapa jenis majas dalam kajian sastra Indonesia. Ratih Mihardja dalam bukunya  berjudul pintar sastra indonesia membagi majas  ke dalam dalam 4 bagian. 4 bagian tersebut antara lain adalah majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan dan majas pertentangan.

Khusus untuk majas perbandingan terbagi menjadi 23 macam majas perbandingan. Nah! artikel mudabicara kali ini ingin membahas 23 macam majas perbandingan dan contohnya. Selengkapnya simak ulasan berikut ini:

BACA JUGA : 13 Puisi Cinta W.S Rendra Yang Wajib Anak Muda Baca

Pengertian Majas Perbandingan

Majas perbandingan adalah  suatu kata-kata kiasan atau pengunaan gaya bahasa yang membandingkan antara satu hal dengan hal yang lainya guna memberi pengaruh atau kesan kepada pembaca maupun pendengar.

Ada berbagai macam gaya bahasa yang digunakan dalam majas perbandingan untuk membandingkan suatu hal. Meskipun dapat langsung maupun tidak langsung.

23 Macam Majas Perbandingan

1. Majas Alegori

Majas Alegori adalah  salah satu macam majas perbandingan. Jenis majas ini menyatakan suatu perasaan dengan kiasan atau pengambaran. Kalimat majas Alegori memiliki struktur panjang, memiliki maksud dan tujuan yang tersurat.

Beberapa contoh ungkapan yang mengunakan majas Alegori antara lain:

  • Iman adalah kemudi dalam mengarungi zaman.
  • Al Qur’an adalah rambu yang menjadi pedoman dan penerang untuk menunjuk jalan menuju Allah. Selama kita patuh dan mengikuti rambu dengan baik, maka insya Allah akan selamat sampai akhir.

2. Majas Alusio

Majas Alusio adalah majas perbandingan yang mengunakan sebuah ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal. Jenis majas ini memakai kata kiasan atau peribahasa yang sudah biasa digunakan.

Beberapa contoh majas Alusio antara lain

  • Apakah peristiwa Madiun akan terjadi lagi disini?
  • Yogyakarta sering disebut Kota Pelajar
  • Madiun adalah kota gadis
  • Apakah Peristiwa Reformasi akan terulang kembali?
BACA JUGA : Apa Perbedaan Public Relations Dan Corporate Communication?

3. Majas Simile

Majas Simile adalah majas yang pengungkapanya dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung seperti bagaikan, laksana, layaknya dan lain sebagainya.

Biasanya majas ini membandingkan dua hal yang sudah jelas namun eksplisit dan yang pasti ada kata penghubung. Majas jenis ini hampir sama dengan majas asosiasi namun ada memiliki beberapa perbedaan.

Beberapa contoh majas simile antara lain

  • Pikirannya kusut bagai benang dilanda ayam
  • Kecantikannya begitu mempesona bak bidadari
  • Kita bagaikan kuncing dan anjing tidak pernah akur.
  • Perkataan ustadz begitu menyejukan ibarat embun pagi.

4. Majas Metafora

Majas Metafora adalah majas yang pengungkapannya berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan dan lain sebagainya.
Jenis majas ini membandingka secara langsung dua hal dalam bentuk perbandingan analogis. Beberapa ciri majas metafora adalah tidak adanya kata penghubung dan biasa digunakan pada berbagai karya sastra seperti puisi dan syair.
Beberapa contoh majas metafora antara lain
  • Aku adalah angin yang kembara
  • Hatiku seputih salju
  • Kartika adalah bunga desa idaman setiap jejaka
  • Tepat hari rabu, pasar minggu dilalap si jago merah
BACA JUGA : 11 Jenis Pantun Indonesia, Lengkap Beserta Contohnya

5. Majas Antropomorfisme

Majas antropomorfisme adalah majas yang mengunakan  kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
Beberapa contoh majas antropomorfisme antara lain
  • Setelah sampai dikaki gunung ia duduk di mulut sungai
  • Kancil itu pandai
  • Mulut gua itu sangat sempit
  • Klub Singgo Edan berduka

6. Majas Sinestesia

Majas Sinestesia adalah majas metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indera untuk dikenakan pada indera lain. Dengan kata lain majas yang mengungkapkan sesuatu yang terkait dengan panca indera manusia.

Salah satu ciri majas sinestesia adalah adanya penggunaan indera dalam kalimat. Beberapa contoh majas sintesia antara lain.

  • Betapa sedap memandang gadis cantik yang selesai berdandan
  • Suara melati merdu sekali.
  • Haryanto mencetak sejarah manis dengan mencatatkan diri sebagai pembalap di F1.

7. Majas Antonomasia

Majas Antonomasia adalah majas yang penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis. Bisa juga berarti majas yang menyebutkan sesuatu tidak secara langsung, melainkan dengan menggunakan sifat yang melekat pada obyek tersebut.

Beberapa contoh majas antonomasia antara lain.

  • Jangan seperti anak kemarin sore, Kolonel. Kalau mereka menginginkan kematianku, baiklah. Mungkin ini jalan terbaik, Jenderal.
  • Si Ganteng
  • Si Pandai
  • Anak bernama lain si Cupu
BACA JUGA : Resensi Buku Filosofi Teras: Hidup Harus Bahagia

8. Majas Aptronim

Majas Aptronim adalah majas yang memberikan pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang. Beberapa contoh aptronim antara lain.

  • Karto gerobak
  • Marsinah tukang salon
  • Paijo tambal ban
Misalnya karena paijo memiliki pekerjaan sebagai tukang tambal ban maka ia disebut sebagai Paijo tambal ban.

9. Majas Metonomia

Majas metonomia adalah majas dengan penggungkapan berupa pengunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas atau atribut.

Beberapa contoh majas metonomia antara lain.

  • Setiap pagi ardi minum goodday
  • Nina ke sekolah mengendarai Honda

10. Majas Hipokorisme

Majas Hipokorisme adalah majas dengan penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib. Biasanya mengunakan nama panggilan tertentu sebagai tanda kedekatan dan keakraban. 

Beberapa contoh Majas Hipokorisme antara lain.

  • Lama otak hanya memandagi ikan bunga biji yang membuat otak kian terkesima
  • Si Buyung suka main bola.

11. Majas Litotes

Majas litotes adalah majas yang uangkapannya berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahan diri. Tujuan dari majas ini adalah adanya fakta yang memang dikecilkan.

Beberapa contoh majas litotes antara lain.

  • Mampirlah ke gubuk kecil kami bila lewat jalan cendrawasih
  • Kita orang pinggiran pak, man tahu politik nasional
  • Saya hanya anak muda desa yang sedang mencoba mengapai mimpi besar
BACA JUGA : Mengenal Chairil Anwar, Sastrawan Besar Indonesia

12. Majas Hiperbola

Majas hiperbola adalah majas dengan pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal. Oleh karena itu majas hiperbola adalah lawan majas litotes.
Beberapa contoh majas hiperbola antara lain.
  • Pemikir-pemikirannya kesebar keseluruh dunia
  • Laut dan gunung akan kusebrangi asalkan bisa bersamamu dik
  • Erza pergi secepat kilat mengetahui ibunya pulang dari luar negeri

13. Majas Personifikasi

Majas personifikai adalah majas pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia. Artinya majas ini menggambarkan benda yang tidak bernyawa seolah memiliki sifat seperti manusia.

Beberapa contoh majas personifikasi antara lain.

  • Bunga ros menjaga dirinya dengan duri
  • Kelihatanya langit lagi bahagia pagi ini.
  • Hatiku remuk meihat kau menikah dengannya dinda

14. Majas Depersonifikasi

Majas depersonifikasi adalah majas dengan penggungkapan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa. Artinya majas ini kebalikan dari majas personifikasi.

Beberapa contoh majas depersonifikasi antara lain.

  • Orang itu berdiam diri dan mematung
  • Penonton sepakbola tampak menyemut di tribun

15. Majas Pars Pro Toto

Majas pars pro toto adalah majas dengan pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukan keseluruhan objek. Kalimat majas ini mengunakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian dengan maksud untuk keseluruhan.
Beberapa contoh majas pars pro toto antara lain.
  • Sejak kemarin ia tidak kelihatan batang hidungnya
  • Agar bisa masuk ke stadiun sepak bola, maka perkepala wajib membayar tiket.
BACA JUGA : Melihat Wajah Baru Timor Leste Kini

16. Majas Totum pro parte

Majas Totum pro parte  adalah majas dengan mengunakan pengungkapan keseluruhan objek. Tujuan dari majas ini adalah untuk menyebut seluruh objek meskipun faktanya hanya sebagian saja.

Beberapa contoh majas Totum pro parte antara lain.

  • Indonesia bertanding sepakbola melawan singapura
  • Bogor akhirnya menyabet semua medali olah raga cabang pencak silat

17. Majas Eufimisme

Majas Eufimisme adalah majas dengan pengungkapan kata-kata tabu atau kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas dan halus. Salah satu tujuan majas ini adalah menghaluskan makna

Beberapa contoh majas eufimisme antara lain.

  • Maaf bapak ini pendengarannya sudah berkurang
  • Mohon izin menghadap dulu kanda
  • Dia adalah mahasiswa tuna wicara

18. Majas Disfemisme

Majas Disfemisme adalah majas yang memakai kata-kata kasar dengan dengan sengaja. Macam majas disfemisme ini adalah kebalikan dari majas eufemisme.
Beberapa contoh Majas Disfemisme antara lain.
  • Hardini adalah mahasiswi bodoh
  • Saya keluar mau BAB
  • Apa kabar Ver? (Berbicara dengan ibu)

19. Majas Fabel

Majas fabel adalah majas yang menjelaskan perilaku hewan seolah-olah bisa bertindak seperti manusia. Kalimat majas ini terdapat kata bintang atau pun hewan.
Beberapa contoh Majas Disfemisme antara lain.
  • Kancil dan buaya
  • Kucing sedang berbisik ke kuncing lainya untuk menjebak tikus
  • Semut sedang bekerja bakti untuk keberlangsugan hidup.
BACA JUGA : Merdeka Belajar Dan Lahirnya Filosofi Pendidikan Mandiri

20. Majas Parabel

Majas parabel adalah majas yang mengunakan ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita. Kalimat dalam cerita biasanya terdapat nilai atau falasafah hidup yang mendalam.
Beberapa contoh Majas Parabel antara lain.
  • Cerita adam dan hawa
  • Hikayat Bayan Budiman yang berisi kisah yang mengajarkan tentang teladan dan kebaikan.
  • Kisah Mahabarata yang mengisahkan bahwa yang benar pasti akan selalu menang.

21. Majas Perifrase

Majas perifrase adalah majas dengan mengunakan ungkapan yang panjang sebagai penganti ungkapan yang lebih pendek. Kalimat dalam majas ini berupa sebutan atau julukan.

Beberapa contoh Majas Perifrase antara lain.

  • Kemanapun ia pergi, besi tua bermerek Yamaha produksi tahun 1970 selalu menemaninya
  • Anita pergi belajar ke negara kincir angin
  • Randi pergi ke kota metropolitan

22. Majas Eponim

Majas eponim adalah majas dengan menggunakan nama sesuatu untuk dipinjam sifatnya terkait dengan konteks kalimat yang diutarakan. Biasanya majas eponim terdapat nama tokoh terkenal.
Beberapa contoh majas eponim antara lain.
  • Rakyat sedang menunggu kedatangan presiden di Stadiun Gelora Bung Karno
  • Negeri ini butuh Jaka Tingkir agar bisa maju.

23. Majas Simbolik

Majas simbolik adalah majas yang menggunakan benda, hewan atau tumbuhan sebagai simbol untuk menjelaskan maksud tertentu. Biasanya majas ini menunjukan maksud secara tersirat.
Beberapa contoh majas simbolik antara lain.
  • Pura pura meminta maaf sama halnya dengan bunglon yang mencari celah untuk kamuflase. 
  • Dosenku adalah kamus berjalan. 
  • Ingat mulutmu ialah harimaumu, jadi selalu jaga perkataan baikmu
Nah! sekian ulasan terkait 23 macam majas perbandingan, sampai jumpa pada pembahasan berikutnya!
Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *