Apa Itu Anarkisme? Pengertian dan Cirinya

Ilmu Politik146 Dilihat

Mudabicara.com_ Anarkisme adalah salah satu ideologi politik yang tak asing bagi kalangan anak muda. Catatan sejarah menunjukan anarkisme telah ikut serta dalam proses perjuangan kemerdekaan.

Bila kalian yang masih alergi mendengar kata anarkisme karena identik dengan kata kekerasan, tak beraturan, berarti kalian harus membaca artikel mudabicara berikut ini:

Ideologi politik anarkisme memiliki akar perjuangan yang jelas dalam meraih tatanan dunia yang adil. Ideologi yang sebenarnya tak hanya berdasar pada narasi kekerasan namun ideologi yang syarat akan nilai dan perjuangan.

BACA JUGA : Apa itu Fasisme? Pengertian dan Cirinya

Pengertian Anarkisme

Secara etimologi anarkisme berasal dari kata anarki yang berakar dari bahasa Yunani anarchos atau anarchein.Ā Bila dalam bahasa Jerman berarti anarchie dan bahasa Inggris anarchy.Ā 

Anarchos atau Anarchein sendiri memiliki arti tanpa penguasa dan tanpa pemerintahan. Para penganut paham anarkisme tidak mempercayai adanya kontrol dan otoritas yang memerintah secara koersif dan represif.

Anarkisme bisa saja diartikan sebuah faham yang tidak mempercayai adanya relasi merintah dan diperintah.

Pada prinsipnya anarkisme mempercayai sebuah filosofi tentang manusia sebagai anggota masyarakat akan memberi manfaat terbaik jika tidak ada relasi memerintah dan narasi otoritas.

Mereka percaya manusia adalah makhluk yang merdeka yang mampu hidup harmoni tanpa adanya intervensi kekuasaan.

Pengertian Anarkisme Menurut Para Ahli

1. Piere Joseph Proudho

Piere Joseph Proudho adalah seorang pemikir awal ideologi anarkisme. Ia adalah sosok yang pertama kali mendaku sebagai anarkis. Kata-kata yang paling terkenal dari Piere Joseph Proudho adalah pemerintahan manusia atas manusia adalah perbuadakan.

BACA JUGA : Memahami Etika Protestan Dan Semangat Kapitalisme Max Weber

Sebagai tokoh awal Piere Joseph Proudho mengajarkan anarkisme damai. Menurutnya anarkisme adalah sebuah sikap anti angkatan bersenjata sebab angakatan bersenjata adalah penguat sekaligus alat sistem negara.

Baginya masyarakat secara moral layak bertahan dan hanya boleh tergantung pada niat baik yang secara sukarela berasal dari para anggotanya.

Beberapa karya besar Piere Joseph Proudho adalah Economic Contradictions, What is Property dan The Political Capacity of The Working Classes.

Tiga karya penuh gagasan yang kemudian menjadi cikal bakal pemikiran dan perkembanga ideologi anarkis sebagai gerakan massa.

Sebagai pencetus anarkisme damai Piere Joseph Proudho mencoba mengeluarkan konotasi negatif tentang anarkise. Ia meyakini cara terbaik untik mencapai ketertiban masyarakat adalah anarkisme.

2. Mikhail Bakunin

Bagi para penganut aliran ini siapa yang tidak mengenal Mikhail Bakunin, sosok seorang anarkis yang dahsyat dan penuh energi revolusi. Anarkisme Bakunin adalah anarkisme anti sosialisme dan anti komunisme.

Berdasarkan buku berjudul The Political Philosophy of Bakunin (1953), Bakunin memberi satu pernyataan yang mengejutkan yaituĀ ā€œKebebasan tanpa sosialisme adalah ketidakadilan, dan sosialisme tanpa kebebasan adalah perbudakan dan kebrutalanā€.

Artinya Bakunin menegaskan bahwa anarkisme berbeda dengan sosialisme. Sebagai sebuah ideologi pasalnya sosialisme masih menerima keberadaan negara yang tentu mengakibatkan kebrutalan dan perbudakan.

Sebagai sosok yang otoriter,Ā  Bakunin membayangkan adanya kebebasan dalam mengekspresikan potensi tanpa adanya negara yang mengatur dan mengekang ekspresi tersebut.

BACA JUGA : 10 Manfaat Belajar Sejarah Untuk Anak Muda

Pada awalnya Bakunin adalah salah satu anak ideologi Proudhon namun ia mengembangkan wacana anarkisme ke dalam bidang ekonomi. Hal itu Bakunin lakukan pada saat First Internasional mengakui hak milik kolektif atas tanah dan alat-alat produksi.

Tujuan utamanya adalah Bakunin ingin membatasi kekayaan pribadi seseorang meskipun itu hasil kerjanya.

3. Erico Malatesta

Sebagai seorang agigator dan anarkis Italia nama Errico Malatesta tidak asing lagi dalam kajian ideologi anarkisme. Bahkan sosok yang revolusioner dan propagandis ini mampu menjadi pemimpin pergerakan di berbagai negara.

Kemampuan mempengaruhi dan mobilisasi tak perlu diragukan lagi. Beberapa negara yang pernah ia pimpin antara lain:Ā  Argentina, Amerika Utara dan Selatan, Mesir, Spanyol, Rumania dan negaranya sendiri Italia.

Dalam pergerakanya, ia adalah sosok yang mampu menyesuaikan diri dengan baik, sangat dinamis dan situasional.Ā  Prinsip gerakan Malatesta adalah revolusi sosial dengan menolak adanya partai politik.

Bahkan di posisi tertentu Malatesta menaruh ketidakpercayaan pada anarko-sindikalis yang membentuk serikat pekerja revolusioner. Malatesta lebih menganjurkan adanya kekerasan dalam melawan kapitalisme dan meperjuangan emansipasi pekerja.

Meskipun kelihatan ambigu dalam prakteknya ketika membayangkan sebuah asosiasi bebas namun Malatesta menyakini bergabung dengan oragnisasi hanya akan menjadi kepanjangan tangan kepentingan organisasi saja.

BACA JUGA : 9 Tips Cara Membangun Profesionalisme Guru Di Sekolah

Beberapa kalimat Malatesta tentang Anarkisme dalam “The Revolutionary ‘Haste'” antara lain :

Penghapusan eksploitasi dan penindasan manusia hanya bisa dilakukan lewat penghapusan dariĀ kapitalisme yang rakus dan pemerintahan yang menindas

Setiap ide dan institusi baru, seluruh kemajuan dan setiap revolusi sudah dijadikan perjuangan kaum minoritas. Merupakan aspirasi dan tujuan kita bahwa seluruh orang akan sadar dan berhasil secara sosial; tetapi kepada mencapai kesudahan ini, sangat diperlukan kepada melengkapi seluruhnya dengan sebuah arti hidup dan pembangunan, dan oleh karena itu kepada menghancurkan (suatu tatanan sosial) sangat diperlukan kekerasan, semenjak satu orang tidak mungkin melaksanakan hal yang sebaliknya, maka kekerasan akan menyangkal (ketidakmampuan) tersebut bagi kaum pekerja

4. Alexander Berkman

Penulis asal Rusia Alexander Berkman menjelaskan dalam bukunya berjudul What is Communism Anarchism? (1929), “Anarkisme bukan bom, ketidak aturan dan kekacauan. Bahkan bukan perampokan dan pembunuhan. Bukan pula sebuah perang di antara yang sedikit melawan semua. Bukan berarti kembali ke kehidupan barbarisme atau kondisi yang liar dari manusia”

Bagi Alexander Berkman anarkisme adalah kebalikan dari itu semua. Seorang anarkis tidak boleh ada seorang pun yang nmemperbudak, menjadi majikan, merampok ataupun memaksa anda. Tujuan sejati anarkisme adalah kebebasan dan jauh dari narasi kekerasan.

5. Peter Kropotkin

Sebagai seorang filsuf Peter Kropotkin mendefinisikan anarkisme adalah sebuah sistem sosialis tanpa pemerintahan. Dalam bukunya berjudul Kropotkinā€™s Revolutionary Pamphlets (1927) ia menulis tentang anarkisme.

Baginya anarkisme adalah suatu sistem sosialis tanpa pemerintahan. Beliau dimulai di antara manusia, dan akan mempertahankan vitalitas dan reativitasnya selama merupakan pergerakan dari manusia.

BACA JUGA : Apa Itu Gaya Kepemimpinan Partisipatif? Pengertian, Ciri dan Manfaatnya

Ciri-Ciri Anarkisme

1. Menentang Keberadaan Organisasi dan Narasi Hirarki

Sebagai sebuah teori politik ideologi anarkisme menolak adanya narasi hirarki karena hirarki memberikan peluang adanya tingkatan atau kasta.

Tidak ada organisasi, yang ada hanya peran masyarakat dan kemampuan masyarakat dalam menyesuaikan diri terhadap setiap masalah yang dihadapi. Setiap orang bebas menentukan tindakannya selama tidak membatasi kebebasan individu lain.

2. Tidak Ada Negara dan Pemerintahan

Bagi para penganut Anarkisme negara dan pemerintah adalah sesuatu yang mengancam tatanan kehidupan sosial masyarakat. Pada dasarnya pemerintah dan negara hanyalah instrument yang dapat membatasi sebab adanya norma, aturan dan hukum.

Masyarakat dengan ideologi anarkisme menolak keras adanya pengekangan atas kebebasan masyarakat. Maka negara dan pemerintah tak perlu ada.

Bagi seorang anarkis tidak ada orang yang lebih memiliki derajat lebih tinggi dari bangsa lain semua manusia memiliki posisi dan derajat yang sama.

3. Individualisme Tinggi

Peran individu atau kepribadian seseorang lebih penting dan mulia daripada peran bermasyarakat dalam lingkungan sosial. Tuntuntan yang berasal dari luar tidak perlu dihiraukan lagi.

Setiap individu bebas untuk mengekpresikan segala bentuk kemauan dan keingginannya.

BACA JUGA : Merdeka Belajar Dan Lahirnya Filosofi Pendidikan Mandiri

4. Pendidikan Lahir Secara Alamiah

Sebagai orang yang menolak adanya sistem aturan maka para pendukung ideologi anarkisme menganggap pendidikan adalah seuatu yang akan muncul secara alami.

Ia akan tumbuh dengan sendirinya meskipun tanpa melalui proses pelatihan dan pendidikan yang formal.Ā  Pengembangan masyarakat biasanya melalaui obrolan dan diskusi sehingga timbul kesepakatan bersama terkait arah dan tujuan.

5. Tidak Percaya Pada Aturan Birokrasi

Penganut paham ini menentang keras adanya diskriminasi ekonomi sebab akan menguntungkan salah satu puhak terutama golongan atas.

Hal itu berlaku sama halnya dengan birokrasi. Birokrasi adalah sebuah tatanan yang menimbulkan narasi hirarki sehingga tentu akan tertolak di tengah masyarakat berhaluan anarkisme.

6. Identik Dengan Kekerasan dan Kekacauan

Pada berbagai kasus ideologi ini memang identik dengan kekerasan dan kekacauan. Padahal para pemikir awal seperti Piere Joseph Proudho mengenalkan tentang konsep anarkisme damai.

Biasanya kaum anarkis melakukan kekerasan di tengah sistem pemerintahan yang terlalu birokratis. Hal ini bisa terlihat dari apa yang terjadi di Rusia pada era Tzar Leon Czolgos.

Pada era Tzar Leon Czolgos terjadi banyak konflik sosial di tengah masyarakat karena adanya narasi kelompok nihilisme. Para anarkis memandang negara hanya sumber kesengsaraan sebab melalui berbagai aturan tidak mampu berperilaku adil.

Meskipun pada akhirnya anarkisme sendiri mengalami berbagai perombakan definisi gerakan yang melahirkan anarkisme kanan dan anarkisme kiri.

BACA JUGA : Ini 3 Destinasi Wisata Religi Kota Madiun, Wajib Anda Kunjungi!

Pada prinsipnya paham ini melawan diskriminasi ekonomi, kapitalisme, korporasi, rasisme. Mereke secara tegas menyatakan semua bangsa, ras, suku, warna kulit merupakan hal yang sama.

Bahkan seksisme, fasisme, xenofobia, militerisme menjadi bagian dari narasi yang perlu dilenyapkan dari kehidupan manusia.

Sekian analisis mudabicara kali ini tentang apa itu anarkisme semoga menjadi referensi bagi kalian dalam memahami apa itu anarkis dan bagaimana cara pandangnya. sampai jjumpa dianalisis politik berikutnya.

 

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *