Mengenal 10 Macam Gaya Kepemimpinan, Ini Jawabannya

Ilmu Politik98 Dilihat

Mudabicara.com_ Ada berbagai macam gaya kepemimpinan sebab kepemimpinan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan sebuah organisasi. Melalui kepemimpinan yang baik organisasi dapat mencapai tujuan dan cita-cita yang diinginkan.

Kepemimpinan sendiri secara istilah adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk meraih suatu tujuan dan target bersama. Biasanya seorang pemimpin memiliki visi dan misi sehingga untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kepemimpinan.

BACA JUGA : Sistem Politik Demokrasi, Pengertian, Macam dan Ciri-cirinya

Namun tahukah kalian kalau kepemimpinan sendiri memiliki berbagai macam jenis. Nah! Kini Mudabicara ingin mengulas lebih dalam tentang macam-macam gaya kepemimpinan, praktek. Selengkapnya simak ulasan berikut ini:

10 Macam Gaya Kepemimpinan

1. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis tak jauh berbeda dengan sistem politik demokrasi. Kepemimpinan demokratis meletakan rakyat sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan dan kebijakan.

Biasanya pemimpin dalam gaya kepemimpinan demoratis akan memberikan keleluasaan kepada rakyat atau bawahan. Distribusi perintah, tugas dan tanggung jawab akan diinformasikan dengan maksimal kemudian disesuaikan dengan kemampuan personal.

Seandainya ada masalah seorang pemimpin akan meminta pendapat dan masukan kepada bawahan tentang penyelesaian masalah.

BACA JUGA : Mengenal Teori Fakta Sosial Emile Durkheim

Artinya gaya kepemimpinan demokratis akan memberikan ruang kepada semua pihak untuk berpendapat dan tidak ada yang lebih dominan dalam mengambil keputusan.

Seorang pemimpin dalam gaya kepemimpinan demokratis akan memberi kesempatan bawahanya untuk ikut serta dan berperan aktif dalam menyusun kebijakan.

Ide dan gagasan menjadi suatu keharusan, seorang pemimpin tinggal menata mekanisme musyawarah agar semua orang merasa memiliki andil yang sama.

Meskipun pada akhirnya segala keputusan akan diputuskan oleh seorang pemimpin namun pemimpin memberikan dalih suara mayoritas yang akan menjadi keputusan bersama.

2. Gaya Kepemimpinan Partisipatif

Dalam tataran praktis macam gaya kepemimpinan partisipatif ini hampir sama dengan gaya kepemimpinan demokratis. Gaya kepemimpinan model ini memberikan ruang dan kepercayaan sekaligus meminta loyalitas kepada seluruh anggota atau rakyat.

Pemimpin akan melibatkan seluruh anggota dalam pengambilan kebijakan dan keputusan bahkan akan dimintai pendapat dalam penyelesaian masalah.

Tidak ada narasi hirarki dalam gaya kepemimpinan demokratis sebab semua anggota memiliki kesempatan yang sama meski memiliki kedudukan jabatan yang berbeda.

BACA JUGA : Sistem Politik Otokrasi, Pengertian, Faktor dan Ciri-cirinya

Pemimpin biasanya akan melempar isu, permasalahan dan rencana kebijakan kepada seluruh anggota. Sifat pemimpin hanya sebagai fasilitator kemudian membimbing para anggota untuk salaing berkolaborasi sekaligus menampung ide dan masukan.

Kebijakan atau keputusan akan diambil berdasarkan suara mayoritas dari seluruh anggota. Nantinya setelah kebijakan sudah resmi dikeluarkan maka seluruh anggota wajib menjalankan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. Gaya Kepemimpinan Situasional

Gaya kepemimpinan situaisonal merupakan gaya kepemimpinan yang bergantung faktor situasi dan kondisi. Tak jarang orang menyebut gaya kepemimpinan situasioanl sama dengan gaya kepemimpinan adaptif.

Seorang pengusaha dan ilmuwan bernama Paul Hersey dan Ken Blanchard merupakan sosok yang mengenalkan teori kepemimpinan situasional.

Penelitian tentang Manajemen Perilaku Organisasi yang dilakukan oleh Paul Hersey dan Ken Blanchard memberikan cara pandang baru tentang gaya kepemimpinan.

BACA JUGA : Menelaah Potret Guru Merdeka di Abad 21

Macam gaya kepemimpinan situasional memacu kemampuan skill seorang pemimpin dalam memilah dan memilih strategi dan gaya kepemimpinan apa yang cocok untuk keadaan dan situasi tertentu.

Secara naluri manusiawi seorang pemimpin sudah memiliki metode dan cara bagaimana ia harus bersikap dan bertindak dalam kondisi dan situasi tertentu.

Artinya tidak ada gaya kepemimpinan terbaik karena gaya kepemimpinan akan tergantung situasi dan kondisi. Pada titik tertentu saat keadaan normal dan baik-baik saja semestinya mengadopsi gaya kepemimpinan partisipatif.

Namun jika keadaan mendesak dan membutuhkan keputusan yang cepat maka dibutuhkan gaya kepemimpinan otoritatif.

4. Gaya Kepemimpinan Birokrasi

Gaya kepemimpinan birokrasi memiliki aturan yang wajib dipatuhi oleh anggota. Tugas dan fungsi seorang pemimpin dalam gaya kepemimpinan birokrasi adalah memastikan seluruh anggota mengikuti segala bentuk Standard Operating Procedure (SOP).

Segala bentuk keputusan dan kebijakan tidak boleh keluar dari aturan yang berlaku sehingga gaya kepemimpinan ini tidak bersifat fleksibel. Dalam hal pengambilan keputusan pun model kepemimpinan birokrasi sangat berhati-hati.

Biasanya gaya kepemimpinan ini tidak mengenal praktik senioritas yang ada hanya siapa yang bisa mengikuti aturan dengan baik maka dia menjadi yang terbaik.

BACA JUGA : Mengenal Dieng Culture Festival; Wujud Kebudayaan Khas Masyarakat Dieng

Meskipun bersifat konservatif gaya kepemimpinan birokrasi sangat efektif dalam memantau serta mengevaluasi hasil kerja para anggota.

5. Gaya Kepemimpinan Delegatif

Gaya kepemimpinan delegatif memiliki pengertian kurang lebih sama dengan gaya kepemimpinan demokratis dan partisipatif. Arti delegatif sendiri adalah pendelegasian sehingga seorang pemimpin tentu menaruh kepercayaan kepada anggota atau bawahannya.

Gaya kepemimpinan delegatif menguji seberapa solid tim dalam melakukan kerjasama dan kolaborasi dengan seorang pemimpin. Biasanya model kepemimpinan delegatif dapat kita temukan pada perusahaan yang baru merintis usaha.

Kepemimpinan delegatif akan berhasil ketika anggota memiliki kredibilitas dan tanggung jawab kepada tugas dan perannya masing-masing.

6. Gaya Kepemimpinan Karismatik

Seorang pemimpin dalam gaya kepemimpinan karismatik dianggap memiliki kemampuan dan kualitas  yang berbeda dengan orang pada umumnya.

Biasanya pemimpin karismatik memiliki keberanian, kepercayaan diri dan daya tarik yang tinggi sehingga membuat para anggotanya mengikuti serta menuruti segala perintahnya.

Secara etimologi sebenarnya kata karisma berasal dari bahasa Yunani yang berarti suatu sifat tertentu dari seseorang. Jika pernah belajar di pondok pesantren maka gaya kepemimpinan karismatik dapat kalian jumpai pada pemimpin dan kiai pondok pesantren.

Secara ilmiah memang belum ada penjelasan mengenai gaya kepemimpinan karismatik namun biasanya gaya kepemimpinan ini dapat kita temukan pada pemuka agama, ketua adat. Para pemimpin biasanya memiliki keistimewaan sehingga membuat orang kagum.

BACA JUGA : Industrialisasi, Langkah NTB menuju Indonesia Emas 2045

Dalam tataran pemerintahan ada beberapa orang yang mampu menjadi pemimpin karismatik antara lain Nelson Mandela, Martin Luther King dan Presiden Soekarno.

Keuntungan dari anggota yang tunduk dan patuh maka seluruh kebijakan akan diikuti dengan baik dan benar.

Sedangkan kelemahanya tentu tidak ada ruang-ruang berpendapat dan kritik dalam pembuatan kebijakan sehingga tidak ada daya kontrol dari anggota.

7. Gaya Kepemimpinan Transaksional

Gaya kepemimpinan transaksional bisa juga disebut sebagai kepemimpinan manajerial. Pada model kepemimpinan transaksional seorang pemimpin akan membuat kesepakatan dengan para anggotanya. Kesepakatan biasa berupa hadiah dan hukuman.

Hadiah dan hukuman bertujuan untuk mendorong kepatuhan para anggotanya. Alhasil seorang pemimpin transaksional akan mengawasi seluruh anggotanya dan mencoba menemukan sesuatu yang menyimpang.

Para anggota atau pekerja akan memiliki semangat tinggi dalam meraih penghargaan. Hal itu dibuktikan dengan melaksanakan, mematuhi dan mengikuti segala bentuk perintah agar mendapat hadiah.

Begitu pun sebaliknya jika seandainya tidak memenuhi target dari seorang pemimpin maka siap untuk mendapat hukuman atau sanksi.

BACA JUGA : 10 Manfaat Belajar Sastra Jawa untuk Anak Muda

8. Gaya Kepemimpinan Transformasional

Gaya kepemimpinan tranformasional merupakan gaya pemimpinan yang menginpirasi dan memberdayakan para anggotanya untuk memiliki kemampuan dan semangat untuk berubah.

Pemimpin dalam Gaya kepemimpinan tranformasional akan memberikan pengatahuan kepada seluruh anggota tentang bagaimana membangun sebuah organisasi yang baik.

Secara umum pemimpin akan memberikan ruang kepada seluruh anggotanya untuk mengasah kemampuan dan skill guna mencapai visi dan misi bersama.

Tak jarang pemimpin transformasional akan memotivasi serta mengajak berkolaborasi untuk mewujudkan tujuan bersama agar segera tercapai. Selain itu, pemimpin akan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas kerja para anggotanya supaya semakin meningkat.

9. Gaya Kepemimpinan Otoritatif

Gaya kepemimpinan otoritatif merupakan bentuk gaya kepemimpinan yang berbanding terbalik dengan gaya kepemimpinan demokratis dan partisipatif.

BACA JUGA : 10 Manfaat Belajar Politik Untuk Anak Muda

Model gaya kepemimpinan otoritatif tidak memberi ruang kepada para anggota untuk berpendapat sekaligus berperan dalam pembuatan keputusan.

Segala bentuk keputusan merupakan hak prerogatif seorang pemimpin. Anggota ataupun bawahan hanya berfungsi sebagai pengikut yang harus patuh.

Pemimpin memiliki otoritas dalam pembagian tugas, tanggung jawab dan hukuman sehingga para bawahan hanya sebagai pelaksana perintah dan tugas.

10. Gaya Kepemimpinan Inovatif

Gaya kepemimpinan inovatif merupakan salah satu gaya kepemimpinan yang mengedepankan sebuah inovasi agar organisasi atau perusahaan dapat berkembang dengan baik.

Seiring perkembangan zaman tentu tantangan datang silih berganti sehingga perlu adanya inovasi dalam menjawab tantangan tersebut.

Biasanya pemimpin inovatif akan menjadi rujukan pun pemandu para anggotanya untuk dapat berkembang dan mampu melakukan kerja-kerja inovatif sehingga dapat mencapai tujuan dengan cepat.

Ide dan gagasan menjadi bahan bakar utama model gaya kepemimpinan inovatif sebab seorang pemimpin harus tanggap dan cepat beradaptasi dengan perubahan demi perubahan yang terjadi.  Model kepemimpinan inovatif biasanya terjadi di dalam perusahaan yang berkerja dalam ruang lingkup jasa dan penjualan produk.

Nah, sekilas artikel tentang macam gaya kepemimpinan kali ini semoga dapat menjadi bahan bacaan dan sumber inspirasi untuk menjadi seorang pemimpin.

 

Oleh : Ridho Utama (Anggota Mudabicara)

Tulisan Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *